Ketika dibuai dunia Januari 31, 2007
Posted by samsonasik in Agama.add a comment
Wahai teman semua,
tahukah dikau semua, ketika kita dibuai dunia, kita sering lupa dengan pencipta, tentang menyempatkan waktu untuk ‘bercinta’ dengan Ilahi lewat sujud dan do’a terkuras untuk kepentingan mencari finansial, harta, bahkan cinta yang semu, dan belum tentu cinta itu karena-Nya, karena hampir selalu dibumbui nafsu, …, tentang menganggap urusan dunia lebih penting dari urusan ukhrowi, dan lain sebagainya. Hal tersebut sering kita lalui bukan? sekarang bagaimana kita-nya mereduksi itu semua, kita memang bukanlah manusia yang akhlaknya bisa menyamai nabi, tapi paling tidak, kita berusaha untuk selalu menjadi umat yang terbaik diantara yang lain, saling berlomba berbuat kebaikan, tanpa harus membanggakan.
Wahai teman semua,
tahukah dikau semua, Allah itu pencemburu, karena kita sering lebih mencintai makhluk-Nya dari pada Allah itu sendiri, ketika kita diputuskan kekasih, betapa sakit hatinya kita, betapa hancurnya hati kita, tetapi ketika kita berbuat dosa, tanpa sedikitpun kita merasa bahwa Allah marah, dan kita masih terus berleha-leha.
Wahai teman semua,
mari berebut perhatian dari Allah yang Esa,
kita sering bersusah payah merebut perhatian dari lawan jenis kita,
tapi jarang sekali kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk merebut perhatian-Nya
sehingga kita menjadi makhluk yang paling dicintai-Nya
menjadi kekasihnya.
=====================
Amin.
Syntax Report dari tanggal sampai tanggal Januari 31, 2007
Posted by samsonasik in Tutorial Delphi.2 comments
form2.Query1.Close;
form2.Query1.sql.clear;
form2.Query1.SQL.add(’select * from t_pinjam where (tgl>=:datetimepicker1) and (tgl<=:datetimepicker2)’);
form2.query1.params[0].asdate:=datetimepicker1.date;
form2.query1.params[1].asdate:=DateTimePicker2.Date;
form2.Query1.Prepare;
form2.Query1.Open;
form2.QuickRep1.Preview;
kabut itu… Januari 31, 2007
Posted by samsonasik in kehidupan.1 comment so far
kabut itu, masih menyelimuti,
dengan haru, kulalui hidup yang kelabu
penuh debu
kabut itu,
masih mengurungku…
semrawut Januari 30, 2007
Posted by samsonasik in kehidupan.add a comment
kehidupanku, terlalu semrawut untuk dibicarakan
terlalu melelahkan untuk diceritakan
seperti benang kusut dicabik angin malam
kehidupankau, terlalu semrawut untuk direka ulang
terlalu rumit untuk diwayangkan
seperti jahitan dirobek anjing-anjing jalanan
kehidupanku, terlalu semrawut untuk dilukisabstrakkan
terlalu ruwet untuk sekadar digambarkan
seperi baju warna hitam di kegelapan
kehidupanku, terlau semrawut untuk disinopsiskan…
=======================================
Olimpiade Cinta Januari 27, 2007
Posted by samsonasik in puisi.1 comment so far
Sejak kapan?
tentu, sebelum, sebelum praolimpiade tiba
di mana?
tentu, di tempat cinta subur dan membara
mengapa?
karena cinta selalu ada
bagaimana?
ya, dengan setulus jiwa
siapa?
tentu, pasti kita-kita
kalau saja, ia mau mampir ke tempat kita
Hmmm…, mungkin
kalau dia tak mau menghampiri
kita yang harus berlomba
‘tuk dapat hadiah utama
bukan sekadar tropi atau piala
atau medali, atau penghargaan bertanda tangan rangkap dua
Tapi…
‘tuk dapat ratu…raja…
kekasih…
dan atau mahkota tanda sayang yang tak harus bisa
disulap menjadi voucher atau sepatu kaca.
Dunia Lain (2) Januari 27, 2007
Posted by samsonasik in puisi.add a comment
Dia, ada di sekitar kita
Dia melayang di dekat kita
Dia bergelut di tubuh kita
Dia ada dalam kita
Dia hanya kadang-kadang
-terlihat, seakan mau menerkam kita-
dia memerindingkan kita
dia hanya kadang-kadang
-terdengar, seakan mau menabrak kita-
dia percepat detak jantung kita
dia hanya kadang-kadang
-menyentuh, seakan ingin komunikasi dengan kita-
dia mengundang ketakutan kita
yang bom atom pun, mungkin tak mampu mengusirnya
dia kadang menjelma sebagai kita
tapi, jangan takut!
karena Tuhan bersama kita
-asal, kita berserah diri pada-Nya
tapi aku hanya bisa bicara,
mungkin, kalian-kalianlah yang bisa.
Aku Rindu Bagai Salju Januari 27, 2007
Posted by samsonasik in puisi.add a comment
Meneriakkan madu berasa keju
mengkhayalkan terbang berasa belenggu
menyematkan panas bagai salju
Menggambarkan cinta dengan tanda seru
Menyiramkan kopi campur abu
kacau jadi satu
semua serba gagu
Bagai tersengat listrik zaman dulu
semua serba rindu
Bagai salju.
Bila Bumi Marah karena beratnya Januari 27, 2007
Posted by samsonasik in puisi.add a comment
Bila bumi marah karena beratnya
-memikul beban manusia-manusia pezina-
-mendengar tawa penguasa di atas penderitaan rakyatnya-
-melihat anak jadi majikan ortunya-
-mencecap manis rasa tembok-tembok penuh kaca-
-merasa panas akan gundulnya rambut hijaunya-
maka, aumannya tak kan bertanya
siapa yang berbuat
dia hanya akan berkata
“Ini ulah manusia, dan aku akan membasminya,
walau aku harus lebur jadi nanah, yang panas menyala
biar mereka merasa, melihat, mendengar, mencecap, dan memikul dengan beratnya
dan biarkan mereka membaca,
yang saat itu, sudah tidak ada gunanya.
TABUR(Tahun Baru) Januari 27, 2007
Posted by samsonasik in puisi.add a comment
Aku ingin menoleh lagi,
dan bertanya, “yang kemarin itu surga atau neraka?”
Untuk kesekian kalinya…
aku melamun atas senja
aku tengadahkan dengkulku, coba panggil angin surga
dan mendatangkan pawang cinta
dan lekas bertanya,”Apa awal tahun ini berTABURan cinta?
(harusnya, kuungkap di awal tahun ya…, ah, yang penting, masih bisa tersampaikan dengan sejahtera,
).
Menjelang pukul 17.00 Januari 27, 2007
Posted by samsonasik in kehidupan.add a comment
orang yang janji mau datang pukul 16.00 belum datang juga, atau aku yang ketiduran sehingga ia segan untuk membangunkan?
uh…., aku terlalu kecapekan, terlau memikirkan dunia, kerja yang kemarin aku lakukan sampai larut malam, mengejar order sisa-sisa, yang aku tak tahu apakah ada manfaatnya, atau hanya sekadar mengejar materi duniawi semata?
aku adalah seorang programmer muda, yang tak tahu apakah memang sudah pantas disebut programmer, yang katanya kalau jadi seorang programmer sejati, suka jarang tidur, tapi aku sendiri, di siang bolong, tidur sepanjang hari, apakah itu sudah sepantasnya?”ah, itu sih cuma memindahkan jam tidur?menggeser dari malam ke siang”, kata temanku, salah satu anak jaringan yang menekuni programming java di kampusku.
Mungkin memang iya, tapi aku sendiri masih belajar, masih harus buat template sana-sini, create error handling, error sana-errror sini,
Aku sendiri, mengerjakan proyek mungkin berhasil, tapi apakah aku sendiri sudah memikirkan nanti mau TA(Tugas Akhir-red) mau pakai program apa, sedang sekarang semua berbasis web, program yang sedang aku buat berbasis visual, walaupun client server.
Aku tak tahu, apakah programmer amatiran sepertiku masih bisa lanjutkan hidup yang kadang penuh dengan sungkan dan ketergesaan,
Aku hanya bisa berharap, aku masih punya semangat, walaupun mataku sudah tak kuat untuk mabuk dalam bantal penuh iler di rumahku yang sudah 3 hari kutinggalkan, mabok coding di kampus, sehingga aku tak paham komunikasi dengan lisan.
Sudah pukul 17.02, orang-nya ternyata sudah masuk kuliah, dan aku menunggui di sini sendirian, tak ada yang peduli pada programmer amatiran, kecuali temen kecilku yang setiap hari senin sampai jum’at bawakan sarapan sore tanpa minta imbalan, hanya saja, sekarang hari sabtu, dan aku, –belum sarapan–

