jump to navigation

Seorang pemuda dibalut rindu Januari 6, 2008

Posted by samsonasik in puisi.
trackback

Langit mati lampu
Para
gemintang terlelap dahulu
Aku
bersama segunung dosaku, datang mengadu

Udara beku
Masihkahku kuat untuk maju?
Allah, aku mengharap
kekuatan dariMu

Rembulan tertutup kabut pekat menciutkan asaku
Kemanakah langkah tertatih ini akan terayun dibuai ragu?

 Langit mati lampu
Udara beku
Rembulan tertutup kabut pekat menciutkan asaku
Kemanakah semangat yang selama ini setia menjadi bayanganku?
Allah,
Jangan biarkan hambaMu ini menjadi makhluk yang gampang menyerah oleh ujianmu
Mudah menyerah oleh gagal yang menjelma seribu
Cepat pasrah oleh kerikil coba dari sisiMu

Allah, Engkaulah pembolak-balik hatiku
Balikkan hatiku untuk memompa semangat kempesku
Untuk tetap melangkah di jalanMu
Amin…

 ………..
Di hulu sajadah..
Kuluapkan segala khauf rojaku bersama rindu kepadaMu

Komentar»

1. artja - Januari 8, 2008

langit mati lampu
udara beku…
ah, saya suka rangkaian itu

2. lina - Februari 12, 2008

hai ,so sweet

3. kania - Desember 4, 2008

waw, ternyata,
bagus tuh puisinya, ayo dong bikin lagi yang baru!!!

4. Indah Parmalia - Januari 25, 2009

waduwh..indah banget puisi nya..
bisa menginspirasi..
makasih uda bkin puisi seindah itu buat di renungin.. :-)

5. m42h31 - Januari 26, 2009

ccckkkk… mantap son…
kapan tutorialnya ?

6. samsonasik - Januari 27, 2009

tutorial apa ?