Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Dlolalah

Posted in Agama by samsonasik on January 6, 2007

Banyak dari kita yang salah tafsir tentang Bid’ah
sehingga mengatakan ini bid’ah, itu bid’ah, padahal dia belum tahu betul tentang perbuatan tersebut,
sebagai contoh :
1. orang tersebut mengatakan kalau pergi ke tempat kubur dan kemudian berdo’a agar ini agar itu (memohon kepada ahli kubur), bahwa itu bid’ah dan termasuk perbuatan syirik itu memang benar, tetapi perlu diketahui, bahwa persepsi bahwa pergi ke kuburan/ziarah itu tidak selamanya berdoa kepada si ahli kubur (kita tidak membahas yang semata-mata berdo’a untuk mendo’akan si ahli kubur), dalam artian begini, dia berdo’a agar mendapatkan barokah lewat si ahli kubur, itu berbeda sekali, jadi semua barokah tetap berasal dari Allah, hanya lewat perantaraan si ahli kubur, karena notabene ia lebih dekat dengan Allah, ini tidak bisa dikatakan bid’ah atau syirik, walaupun memang biasanya ada terselip syirik kecil di hati, pokoknya kalau ga ke kuburan ini, ga berhasil, tapi asal kita bisa menempatkan iman dengan baik, itu tidak bisa dikatakan bid’ah atau syirik, tapi tetap kita harus berhati-hati.
2. orang yang menganggap syawalan itu bid’ah, karena tidak ada haditsnya, padahal kita perlu tahu, bahwa syawalan pada intinya adalah silaturahmi, jadi walaupun bid’ah, toh bid’ah yang hasanah, jadi diperbolehkan.
3. orang yang menganggap bahwa memakai akik yang “berisi” itu syirik, padahal itu semua tergantung si pemakai, jika pemakai menganggap itu hanya sebagai sarana, dan semua kembali kepada Allah, itu tidak bisa dikatakan syirik, sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, kita pergi ke kampus atau ke kantor atau ke mana saja menggunakan motor, kemudian berkata, karena motor ini aku sampai di kampus, atau di kantor, itu yang bisa dikatakan syirik, padahal yang benar adalah Alhamdulillah, lantaran/dengan sarana motor ini aku bisa sampai di kampus/kantor. Dari analogi ini kita tentunya bisa memilah-milah mana yang baik untuk kita, kalau dengan kita memakai akik kemudian hati kita tergoda untuk berkeyakinan lain, ya tidak usah dipakai, tetapi selama itu kembali ke Allah, saya rasa itu diperbolehkan….

Wallaahua’lam Bishshowab.

Advertisements

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Parsad said, on October 14, 2009 at 3:33 am

    dalam Islam hukum jelas sudah ditegakkan, kharam, halal, dan ada lagi ragu ragu, maka, dalam menentukan sesuatu harusnya, didasarkan atas hukum Alqur’an dan Hadis, so dalam keduanya ada keragu raguan, dan dalam keragu raguan ada unsur syetan, maka segala sesuatu yang tidak mempunyai hukum (ragu ragu) maka tinggalkan saja, karena dalam keragu raguan ada efek kesia-siaan yang harus ditinggalkan, seperti yang anda katakan adalah bidah khasanah, apa lagi bidah yang benar benar mengada ada, yang jelas “seremonial syawalan” adalah bidah”, kalau silaturrahmi ya wjib dilaksanakan tetapi tidak usah mengadakan “seremonial” apalagi sungkeman, yang membuang buang energi kita” itu sia sia.

  2. samsonasik said, on October 14, 2009 at 6:46 am

    mas Parsad sepertinya harus lebih banyak membaca, dan saya jg pertegas kan bahwa kehati-hatian memang perlu, tapi bukan menjudge. dalam ““Wakullu bid’atin dhalalatun”, kata kullu tidak selamanya berarti jamii’ , Ada saat-saat tertentu kata ”kullu” bermakna ”ba’dhun” (sebagian). misal :
    وجعلنا من الماء كل شيئ حي
    ”Dan kami menjadikan sebagian besar sesuatu yang hidup itu berasal dari air.” (QS: Al Anbiya: 30).
    Teks ayat menggunakan kata kullu, tetapi tidak bermakna semua yang ada di dunia ini diciptakan dari air karena ada nash yang mengecualikan dan menafsirkan makna kullu tersebut, yaitu firman Allah: wa kholaqol jaanna min maarijin min nar (QS: Ar Rohman: 15).

    Jadi, kesimpulannya kata ”kullu” dalam hadits nabi tersebut berfaidah littab’idh/ manunjukkan sebagian, bukan liljami’/keseluruhan. Maka, bid’ah itu tidak semuanya haram, bid’ah yang haram adalah bid’ah yang keluar dari konsep syari’ah Islamiyah. Singkatnya, hadits ”kullu bid’ah” itu ditakhsis hadits yang lain. Sebagaimana yang dijelaskan Syaikh Nubail bin Muhammad As Syarif Al Husaini dalam kitab Al Bid’atu Al hasanah wa Asluha min Al kitab wa As Sunnah, halaman 28. Beliau berkata hadits ”kullu bid’ah” itu ditakhsis oleh hadits riwayat Imam Muslim yang berbunyi: Man sanna fil Islami sunnatan hasantan falahu ajruhu waajru man ‘amila biha ba’dahu la yanqushu min ujurihim syaiun, wa man sanna fil Islami sunnatan sayyiatan fa ‘alihi wizruha wa wizru man ‘amila biha ba’dahu wala yanqushu min auzaarihim syaiun. Hal senada juga disampaikan oleh Imam Nawawi dalam karyanya Syarh Shahih Muslim lil Imam Nawawi, juz 7. halaman 92.
    Maka, dapat disimpulkan bahwa hadits di atas bersifat ‘am dan ada dalil yang men-takhsis-nya sehingga keluarlah natijah yang menyatakan bahwa bid’ah itu terbagi lima sejalan dengan hukum taklify: yaitu
    1. Bid’ah Wajib
    2. Bid’ah yang diharamkan
    3. Bid’ah yang dianjurkan
    4. Bid’ah yang dibolehkan
    5. Serta bid’ah yang dimakruhkan
    jadikanlah perbedaan yang ada untuk menjalin rasa persaudaraan diantara kita, bukan saling menyalahkan. Selama amalan yang kita kerjakan berdasarkan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan, maka tidak ada alasan untuk mengatakan pendapat si A yang paling benar, yang lain sesat. Silahkan berusaha untuk mencapai derajat ijtihad tetapi hati-hatilah dalam berfatwa, bukankah yang paling berani berfatwa itu dialah yang paling berani masuk neraka?

    Rujukan :
    http://azharku.wordpress.com/2008/02/13/bidah-vs-bidah/
    https://samsonasik.wordpress.com/2008/06/14/tentang-bidah-hasanah-vs-dholalah-v2/
    http://nulibya.wordpress.com/2009/08/06/tidak-aneh-tidak-lucu-tapi-nyata/
    Lihat Al-I’tsham , hal-275
    Lihat al-Mu’tamad halaman 28 dan Munjid; halaman 27
    Syeikh ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam, wafat: 660H dalam kitabnya “Qawa’idul Ahkam”.
    Fathul Bari, juz 17-hal 10.
    Sunan Ibn Majah, no 45.
    Lihat kitab Ushul al fiqh, hal-23
    Lihat Qawa’idu al-Ahkam fi Mashalihi al Anam, jilid 1, hal-173


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: