Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Demi UN, Semua Prihatin

Posted in Pendidikan by samsonasik on March 30, 2007

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/032007/30/07-pendidikan.htm
**************************************************************************
Guru dan Orang Tua Harus Ikhlas Bantu Anak Hadapi Ujian BANDUNG, (PR).-
Menghadapi ujian nasional (UN) yang berlangsung mulai pertengahan April, para guru dan orang tua murid harus ikut prihatin. Para siswa sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) kelas IX dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) kelas XII yang saat ini sedang tegang harus dibantu, baik dalam memecahkan berbagai persoalan ujian maupun berbagai masalah penunjang lainnya.

SISWA-siswi SMP Negeri 49 Kota Bandung menampilkan kabaret dalam acara pergelaran seni dan bahasa di Jln. Antapani, Kota Bandung, Kamis (29/3).WAKHUDIN/”PR”

“Para guru harus ikhlas meluangkan waktu lebih, termasuk Minggu dan hari libur untuk membimbing mereka. Demikian pula orang tua, saat anaknya akan menghadapi ujian, perlu memberi perhatian istimewa. Dengan demikian, anak akan merasa tabah menghadapi masa-masa akhir di sekolah mereka,” kata Kepala SMP Negeri 49 Kota Bandung, Drs. H. Moh. Ally Nurdin, M.M. dalam acara Pergelaran Seni dan Bahasa di sekolahnya, Kamis (29/3).

Acara pergelaran seni dan bahasa dimaksudkan untuk membantu menurunkan ketegangan bagi para siswa kelas IX, khususnya untuk menghadapi UN. Acara diisi berbagai kreativitas siswa di bidang seni dan bahasa.
Karena tuntutan itu, SMP 49 meminta guru pengajar kelas IX untuk tetap masuk dan memantapkan mata pelajaran yang di-UN-kan. Selain itu, sekolah secara berulang-ulang melakukan tray out UAN secara internal agar siswa pada saatnya dapat melaksanakan ujian dengan lancar.

“Hasil sementara menunjukkan, semua calon peserta UAN yang berjumlah 454 orang lulus dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, Sebanyak 2 orang belum lulus dalam bahasa Inggris, dan 62 orang belum lulus dalam mata pelajaran matematika,” kata Ally Nurdin.

Bantah terlibat

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat membantah jika mereka terlibat dalam kegiatan pra-ujian nasional (pra-UN), baik terkait masalah pencetakan soal maupun penggandaan lembar jawaban komputer (LJK). Bahkan, Kasubdin Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) Disdik Jabar, Drs. Syarief Hidayat memastikan bahwa karyawan yang terbukti terlibat dalam proses pelaksanaan pra-ujian nasional (pra-UN) hingga menjadi koordinator akan dikenakan sanksi.

“Kebijakan pra-UN adalah murni kebijakan sekolah yang bersangkutan. Dinas Pendidikan Jabar tidak bertanggung jawab dengan pelaksanaan pra UN, karena tidak ada dalam buku pedoman maupun standar operasional (SOP) UN. Kami sama sekali tidak memberikan instruksi kepada sekolah untuk mengikuti kegiatan tersebut,” ujarnya, Rabu (28/3).

Menurut dia, yang harus bertanggung jawab atas pelaksanaan pra-UN tersebut adalah dinas pendidikan kabupaten/kota. Pasalnya, sekolah-sekolah itu berada di wilayah dinas pendidikan kabupaten/kota.

Selain itu, lanjut dia, Disdik Jabar pun tidak pernah menerima uang setoran dari musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) untuk pengadaan naskah soal pra-UN, LJK maupun penilaian. Bahkan, ia mengungkapkan, jika ada karyawan Disdik Jabar yang terlibat dan menjadi koordinator, akan dikenakan sanksi.

“Saya tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi. Namun, yang terlibat dipastikan akan mendapat sanksi. Namun, sampai hari ini belum ada laporan tentang keterlibatan karyawan Disdik Jabar dalam masalah ini,” tuturnya.

Syarief mengatakan, mulai dari proses penggandaan soal hingga penilaian, termasuk pungutan Rp 10.000 persiswa secara murni dilakukan MKKS. “Namun dari informasi yang saya terima, mereka sepakat tidak melakukan pungutan kepada siswa dan akan menanggung semua biaya pra-UN,” tuturnya.

Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti dari mana sumber dana yang digunakan untuk kegiatan tersebut. “Jika di lapangan ditemukan ada pungutan, dipastikan kegiatan itu merupakan penyimpangan,” tegasnya.

Pasalnya, menurut dia, pemerintah telah menjamin seluruh pendanaan UN, mulai dari penggandaan naskah soal, LJK, maupun penilaian, termasuk masa persiapan baik di tingkat provinsi, daerah sampai tingkat sekolah.”Pemerintah melarang adanya pungutan terhadap siswa yang memberatkan orang tua dalam kegiatan UN ini,” tuturnya. (A-150)***

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. taufik79 said, on March 30, 2008 at 3:38 am

    salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: