Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Modul VB

Posted in Uncategorized by samsonasik on January 23, 2008

modul1_vb.pdf
modul2_vb.pdf
File Lengkap dapat didownload di http://samsonasik.phpnet.us

Advertisements

nl2br pada jsp

Posted in Tutorial JSP by samsonasik on January 8, 2008

sama halnya dengan php, di jsp kita juga bisa menggunakan method untuk ganti baris saat si user mengetikkan komentar pada text area sehingga tampil apa adanya seperti yang user ketikkan, misalnya mengetikkan “wah, bagus banget nih, <Enter>boleh minta tanda tangan ga ?: ) “, kalau tanpa function untuk memanggil ganti baris, maka halaman web hanya akan menampilkan satu baris, karena value  [] Enter tidak dikenali sehingga dianggap seperti spasi.
Berikut contoh penerapan pada aplikasi buku tamu :
Seperti biasa, siapkan file koneksi di Bean-nya :
/* =============================
simpan di –> web-inf/learn/config.java;
*/

Code:
package learn;import java.sql.*;

public class config{

public Connection con=null;
public Statement st=null;
public ResultSet rs=null;
public String driver=”com.mysql.jdbc.Driver”;
public String url=”jdbc:mysql://localhost/belajar”;
public String user=”root”;
public String pass=””;

public void konekdb()throws Exception{
try{
Class.forName(driver);
con=DriverManager.getConnection(url,user,pass);
}catch(Exception e){}
st=con.createStatement();
}

public boolean getnext()throws Exception{
return rs.next();
}

public String getText(String t)throws Exception{
return rs.getString(t);
}
}

/*——–web-inf/learn/Insert.java———–*/

Code:
package learn;import java.sql.*;

public class Insert extends config{
public void insert(String nama,String email,String komentar)throws Exception{
st.executeUpdate(“insert into bukutamu values(‘”+nama+”‘,'”+email+”‘,'”+komentar+”‘)”);
}
}

/* ———–web-inf/learn/Tampil.java ————–*/

Code:
package learn;import java.sql.*;

public class Tampil extends config{
public void seleksi(String query)throws Exception{
rs=st.executeQuery(query);
}
public void bukutamu()throws Exception{
seleksi(“select * from bukutamu”);
}
}

==============
Nah, sekarang kita buat file inputan di *.jsp nya

Code:
<form id=”form1″ name=”form1″ method=”post” action=”save.jsp”>
Nama :
<input type=”text” name=”nama” />
<br />
Email :
<input type=”text” name=”email” />
<br />
Komentar :
<textarea name=”komentar”></textarea>
<input type=”submit” name=”Submit” value=”Submit” />
</form>

/*===========
/* save.jsp */====
===============
*/

Code:
<jsp:useBean id=”obj” class=”learn.Insert”/><%
obj.konekdb();
String nama=request.getParameter(“nama”);
String email=request.getParameter(“email”);
String komentar=request.getParameter(“komentar”);

obj.insert(nama,email,komentar);
response.sendRedirect(“tampilbukutamu.jsp”);
%>

================
tampilbukutamu.jsp
================

Code:
<%!
//deklarasi method ganti baris pada komentar
//( sama dengan function nl2br pada php)
String nl2br(String str){
return str.replaceAll(“\n”, “<br>”);
}
%>
<jsp:useBean id=”obj” class=”learn.Tampil”/>
<%
obj.konekdb();
obj.bukutamu();while (obj.getnext()){
%>
<table width=”307″ border=”1″>
<tr>
<td width=”71″>Nama</td>
<td width=”10″>:</td>
<td width=”204″> <%=obj.getText(“nama”)%></td>
</tr>
<tr>
<td>Email</td>
<td>:</td>
<td> <%=obj.getText(“email”)%></td>
</tr>
<tr>
<td valign=”top”>Komentar</td>
<td valign=”top”>:</td>
<td valign=”top”> <%=nl2br(obj.getText(“komentar”))%></td>
</tr>
</table>
<%
}
%>

cara koneksi ke mysql dari vb menggunakan mysql odbc

Posted in Tutorial VB by samsonasik on January 6, 2008

1.  Install vbnya
2.  Download mysql odbc-nya, install
3.  create database di mysql, misalnya infoonline
4.  use infoonline ==> create table mahasiswa
5.  masuk ke control panel, switch ke classic view aja.
6.  masuk ke Administrative Tools –> Data Source (ODBC)
7.  Di tag user DSN, klik Add
8.  pilih mysql odbc driver, –> klik finish
9.  akan tampil panel odbc connector
10. isi datasource name, misal ikhsanganteng, description (kosongin juga boleh),server(defaultnya localhost),User nya root, password (default kosong), pilih databasenya
11. Klik Test… (success, connection was made) berarti telah sukses buat koneksi, klik ok
12. Sekarang, masuk ke vbnya, klik menu project — > references — > pilih Microsoft ActiveX  Data  Objects 2.0 Library dan Microsoft ActiveX Data Object RecordSet 2.8 Library
13. Di project Explorer, tambahkan module, add module
14. Isikan coding koneksi dan seleksi mahasiswa

Public con As New ADODB.Connection
Public rsmhs As New ADODB.Recordset

Public Sub konekdb()
Set con = New ADODB.Connection
‘ connection provider kalau ragu, ambil dari adodc,
‘build, isi bagian pada tag connection, isi datasource namenya,
‘pilih ikhsanganteng, ok, copy connection stringnya
con.Open “Provider=MSDASQL.1;Persist Security Info=False;Data Source=ikhsanganteng”
con.CursorLocation = adUseClient
End Sub

Public Sub seleksimhs()
Set rsmhs = New ADODB.Recordset
rsmhs.Open “select * from mahasiswa”, con, adOpenDynamic, adLockOptimistic
End Sub

——————-
Kalau udah, di form, tambahkan komponen datagrid, double klik formnya
‘tambahkan coding berikut pada form_Load

Private Sub Form_Load()
konekdb
seleksimhs
Set DataGrid1.DataSource = rsmhs
End Sub

——————–
Run (F5), selamat mencoba…

Seorang pemuda dibalut rindu

Posted in puisi by samsonasik on January 6, 2008

Langit mati lampu
Para
gemintang terlelap dahulu
Aku
bersama segunung dosaku, datang mengadu

Udara beku
Masihkahku kuat untuk maju?
Allah, aku mengharap
kekuatan dariMu

Rembulan tertutup kabut pekat menciutkan asaku
Kemanakah langkah tertatih ini akan terayun dibuai ragu?

 Langit mati lampu
Udara beku
Rembulan tertutup kabut pekat menciutkan asaku
Kemanakah semangat yang selama ini setia menjadi bayanganku?
Allah,
Jangan biarkan hambaMu ini menjadi makhluk yang gampang menyerah oleh ujianmu
Mudah menyerah oleh gagal yang menjelma seribu
Cepat pasrah oleh kerikil coba dari sisiMu

Allah, Engkaulah pembolak-balik hatiku
Balikkan hatiku untuk memompa semangat kempesku
Untuk tetap melangkah di jalanMu
Amin…

 ………..
Di hulu sajadah..
Kuluapkan segala khauf rojaku bersama rindu kepadaMu

MENTARI DI DUSUN MATAHARI

Posted in Cerpen by samsonasik on January 3, 2008

Entahlah…
Pagi ini, aku terbangun sebagai seorang jin bernama Bejo, dengan kaki cacat, yang satu besar, yang satu kecil, ekorku panjang menjuntai, tubuhku biru, culaku dua retak satu. Kumisku seperti Naruto di film seri salah satu stasiun televisi di republikku.
***
Dayu adzan subuh mengusik mimpi gilaku.
***
“Aku datang ke rumahMu wahai Tuhanku…”, bisik hatiku. Aku dengan tergesa menuju ke mushola. Ketika aku sampai di tempat, tak kujumpai seoangpun, suara adzan yang tadi mengusik tidurku ternyata suara teman sebangsaku.”Kemanakah manusia-manusia?”, tanyaku pada temanku. “Mereka sudah disibukkan dengan duniawi, kelonan dengan syahwati, sehingga lupa akan yang mencipta segala isi bumi.
Seusai sholat, mentari merambat cepat, di sebuah gubug tua tempat aku tidur tadi, ternyata ada segerombolan setan yang perutnya buncit. Aku bergegas menghampiri mereka, “Gerangan apakah yang membuat perut kalian buncit seperti ini ?”, salah satu di antara mereka menjawab, “kami telah makan hasil manusia yang makan dan di dalamnya tidak menyebut asma Allah, seluruh penduduk sini banyak yang kurus, karena tidak mendapat berkah lantaran rahmat dari apa yang mereka makan , dan banyak yang gendut, tapi diliputi penyakit yang tidak memberikan berkah sama sekali. Aku tertegun…
***
“Pemirsa, sampai berita ini diturunkan, kebakaran pabrik minyak di Dusun Matahari masih berlangsung, ledakan yang terjadi tadi siang itu telah memakan banyak korban. Para petugas kebakaran masih berusaha untuk memadamkan api si Jago Merah yang melahap sebagian besar rumah penduduk. Sekitar seribu lebih warga Dusun Matahari telah menjadi korban., tak terkecuali Haji Kohar, pemilik pabrik tekstil terbesar di Dusun tersebut.”,
***
“Tok…tok…tok.. , Pak Haji…sholat dhuhur yuk…, teriakku dari luar rumah. Tak seperti jin lain, aku diberi karunia oleh Allah dapat dilihat oleh manusia. Tak ada jawaban dari dalam, suara pidato kaset bisnis yang ada di dalam rumah besar itu terdengar dari luar, “Ah, lagian siapa yang mau mendengar jin jelek sepertiku”, pikirku sambil beringsut menuju mushola.
Tatkala rakaat ke satu selesai, beberapa tetes air dari atap masjid menetes ke rambutku yang kumal penuh debu. Aku sholat bersama temanku yang setia adzan di mushola. Tiba-tiba aku melihat bayangan seseorang yang mengenakan mukena di belakangku, tak berani aku melihat lebih lanjut, karena aku harus mengkonsentrasikan diriku pada sholatku.
Seusai sholat dan berdzikir ala amburadulku. Aku menoleh ke belakang, sesosok wanita, caaaaaaaantik sekali, membuat hatiku ingin berpuisi. Aku kembali tertegun, pahala apa jika karunia, dosa apa bila coba. Baru pertama kalinya aku melihat keindahan seperti ini. Wanita itu melepas mukenanya, bergegas ke luar. Aku tak sempat menanyakan apapun kepadanya.
Di pagi yang mirip dengan kemarin, seperti biasa aku sholat bersama teman sebangsaku, ketika mencapai rakaat kedua, lagi –lagi bayangan wanita berkerudung itu datang lagi. Sholat usai, kutoleh wanita itu, ia masih sibuk dengan wiridnya, entah apa yang dibaca. Beberapa saat kemudian, dia kembali bergegas keluar mushola. Untuk kali ini, aku tak membiarkannya begitu saja pergi. “Nona…, bolehkah aku tahu namamu?”, tanyaku agak ragu. “Kalsum…”, jawabnya pelan. “Maaf, aku tak bisa berlama-lama, kalau ketahuan ayahku, aku bisa didampratnya…”, lanjutnya.. “Memang siapa ayahmu ?”. Wanita itu tidak menjawab, ia langsung pergi. Kubuntuti ia sampai akhirnya aku tahu, ia menuju rumah Pak Haji Kohar. Aku bertanya dalam hati, kenapa Pak Haji Kohar tidak mengizinkan anaknya sholat, padahal dia sendiri mempunyai predikat Haji, predikat yang banyak orang mendambakannya. Ada satu pertanyaan lagi, kenapa seorang wanita sholat di masjid, padahal kan katanya kalau seorang wanita bisa sholat di rumah, itu lebih menjaganya dari pendangan. Pertanyaaan-pertanyaan tadi masih terpendam hingga dhuhur datang. Tak seperti biasa, sholatku sudah mencapai rakaat ketiga, aku belum melihat bayangan wanita itu, sampai akhirnya aku sampai pada rakaat keempat, akhir sholatku. “Di manakah ia?” , batinku tak habis.
‘Isya’ datang, akhirnya wanita itu datang juga, tapi aku melihat pipinya bengkak seperti habis dipukul, aku belum berani bertanya. Aku simpan segudang pertanyaan sampai ia menyelesaikan wiridnya. Kali ini, takkan kubiarkan lagi ia pergi. “Nona, gerangan apakah yang membuat pipimu bengkak?, aku berjanji tak kan memberi tahu ayahmu”. “ Memang kamu tahu siapa ayahku?, tanyanya kaget. “Ya, aku tahu, Pak Haji Kohar kan ?”, sahutku. Ia menunduk. Tak ada yang keluar dari bibirnya. Aku keki. Sejenak kemudian, ia mulai bercerita bahwa ayahnya dulu adalah imam di masjid ini, ia rajin berdakwah.”Hanya saja, semenjak ia menggeluti bisnis yang aku tak tahu halal haramnya, ia disibukkan dengannya, bukan lagu-lagu rohani yang ia dengar, tapi kaset rekaman pebisnis handal yang selalu mengusik telinganya. Akhir-akhir ini, ketika aku sholat, ia sengaja menyetel kaset itu keras-keras, sehingga aku memilih sholat di sini. Tadi pagi, aku berusaha ngobrol dengan ayahku mengenai hal ini, ternyata dia malah marah”. “ Nak, kita kaya, dan akan semakin kaya, tak perlu lah lagi kau sholat,dulu ketika Bapak rajin sholat, Bapakmu ini tak mendapatkan rizki sebanyak ini. “ Aku berusaha mengingatkan ayahku bahwa semua ini hanyalah sementara, tapi ternyata ia malah marah dan memukulku. Kini aku hanya bisa berdo’a agar ia bertobat.
Aku trenyuh…
***
“Nguingg….”, suara ambulance yang membawa Pak Kohar yang seluruh tubuhnya terbakar melaju kencang. Aku bersama Kalsum ikut di dalamnya. Belum sempat sampai rumah sakit, Pak Haji Kohar sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Sontak tangis Kalsum pecah di dada ayah yang sangat dicintainya.
Di pelataran kuburan, bunga bertaburan di atas nisan. Di depan kami,aku dan Kalsum, mentari masih setia menyinari, pertanda perjuangan untuk dakwah ini belum berakhir, masih akan dilanjuti. Kami berjanji akan mengajak yang lain di dusun kami untuk kembali melaksanakan ajaran Islam dengan benar, bukan hanya KTP.
***
Malam ini, sebelum aku melelapkan diri pada tidurku. Aku berdo’a.”Ya Allah, apabila aku besok terbangun sebagai manusia, aku akan segera melamar Kalsum, dan kami berdua sama-sama berjuang berdakwah, namun apabila aku terbangun tetap sebagai jin, aku pun tetap akan berjuang di jalan-Mu.
Paginya, aku terbangun sebagai manusia.