Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Bolehkah Berdoa di Kuburan…?

Posted in Agama by samsonasik on June 30, 2008

Source : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content
&task=view&id=62&Itemid=12&lang=en

Berdoa, atau bertawasul, atau berdzikir, itu dimana saja, boleh tawassul dari rumah, atau di kamar, atau di masjid, atau di kuburan, atau dimana saja, pastilah mungkin hati kita yang sudah tertular virus sekte sesat ini akan langsung Alergi bila mendengar DOA DI KUBURAN, ketahuilah berdoa di kuburan pun sunnah Rasul saw, beliau berdoa di Pekuburan Baqii, dan berkali-kali beliau saw melakukannya. Dan Rasul saw memerintahkan untuk mengucapkan Salam untuk ahli kubur dengan ucapan Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmuminin walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As alullah lana wa lakumul aafiah.. (Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih sayang Allah atas yang terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim Bab 35 hadits no 974.975,976. *3 hadits dalam makna yang sama). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang dengan ucapan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian.

Demikian pula tawassul, karena tawassul adalah doa kepada Allah, bila anda menuju makam untuk berziarah, berdoalah kepada Allah, Wahai Allah, Demi orang-orang yang bermunajat pada Mu, Demi orang-orang yang Bersemangat kepada keridhoan Mu, Demi langkahku ini, atau dengan tawassul menyebut nama sebagaimana Rasul saw menyebut Demi para Nabi sebelumku.. atau misalnya Wahai Allah, Demi Ahlul Badr, atau Demi Muhajirin dan Anshar, atau Demi Ruku dan Sujudnya para wali Mu, atau menyebut nama mereka sebagaimana Rasul saw menyebut nama para malaikat. Toh doa-doa ini kepada Allah, berperantarakan ketaatan para hamba-hamba Nya, memang manusia hidup dan mati, namun amal shalihnya tetap kekal.

Anda ingat peristiwa Adam as?, mengapa malaikat diperintahkan sujud pada makhluk?, karena para malaikat itu sujud pada Adam as bukan menyembah Adam as, tetapi menyembah Allah.. karena jutsru sujud pada Adam itu adalah ketaatan, namun apa yang dilakukan Iblis?, pada dasarnya Iblis hanya ingin sujud kepada Allah semata, tak mau memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah, dan jatuhlah ia kepada Laknat Allah, maka orang yang tak mau memuliakan orang yang dimuliakan Allah swt adalah para pengikut Iblis, naudzubillahi min dzalik.

Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik. Mereka yang berkemenyan, sajen dlsb itu, tetap tak mungkin kita pastikan mereka musyrik, karena kita tak tahu isi hatinya, sebagaimana Rasul saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yang membunuh seorang pimpinan Laskar Kafir yang telah terjatuh pedangnya, lalu dengan wajah tak serius ia mengucap syahadat, lalu Usamah membunuhnya, ah? betapa murkanya Rasul saw saat mendengar kabar itu.., seraya bersabda : APAKAH KAU MEMBUNUHNYA PADAHAL IA MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH..?!!, lalu Usamah ra berkata: Kafir itu hanya bermaksud ingin menyelamatkan diri Wahai Rasulullah.., maka beliau saw bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam dan membentak : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, lalu Rasul saw maju mendekati Usamah dan mengulangi ucapannya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, Usamah ra mundur dan Rasul saw terus mengulanginya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, hingga Usamah ra berkata : Demi Allah dengan peristiwa ini aku merasa alangkah indahnya bila aku baru masuk islam hari ini..(maksudnya tak pernah berbuat kesalahan seperti ini dalam keislamanku). (Shahih Muslim Bab 41 no. 158 dan hadits yang sama no.159)

Dan juga dari peristiwa yang sama dengan riwayat yang lain, bahwa Usamah bin Zeyd ra membunuh seorang kafir yang kejam setelah kafir jahat itu mengucap Laa Ilaaha Illallah, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya : MENGAPA KAU MEMBUNUHNYA..?!, Usamah menjawab : Yaa Rasulullah, ia telah membunuh fulan dan fulan, dan membantai muslimin, lalu saat kuangkat pedangku kewajahnya maka ia mengatakan Laa Ilaaha illallah.., lalu Rasul saw menjawab : LALU KAU MEMBUNUHNYA..?!!, Usamah ra menjawab : benar, maka Rasulullah saw berkata : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!, maka Usamah berkata : Mohonkan pengampunan bagiku Wahai Rasulullah??, Rasul saw menjawab dengan ucapan yang sama : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!!, dan beliau terus mengulang ulangnya.. (Shahih Muslim Bab 41 no.160).

Kita tak bisa menilai orang yang berbuat apapun dengan tuduhan syirik, dia berkomat kamit dengan sajen dan mandi sumur tujuh rupa dan segala macam kebiasaan orang kafir lainnya, ini merupakan adat istiadat biasa, tak mungkin kita mengatakannya musyrik hanya karena melihat perbuatannya, kecuali ia ber ikrar dengan lidahnya.
Satu contoh, seorang muslim mandi air kembang, berendam di air mawar, lalu menaruh keris di pinggangnya, lalu menyalakan kemenyan, lalu ia shalat, musyrikkah ia?,
dan orang lain mandi dengan shower, berendam di air hangat, menggunakan busa mandi, lalu menaruh pistol dipinggangnya, lalu menyemprotkan pewangi ruangan, lalu shalat, musyrikkah dia?,
apa bedanya?, keduanya melakukan kebiasaan orang kafir..

Kesimpulannya adalah, tidak ada kalimat musyrik bisa dituduhkan kepada siapapun terkecuali dengan kesaksian lidahnya. Hati-hatilah dengan ucapan syirik, bila seseorang muslim lalu musyrik, maka pernikahannya batal, istrinya haram dikumpulinya, jima dengan istri terhitung zina, anaknya tak bernasab padanya, kewaliannya atas putrinya tidak sah, dan bila keluarganya wafat ia tak mewarisi dan bila ia wafat tak pula diwarisi, ia diharamkan shalat, diharamkan dikuburkan di pekuburan muslimin.

Saran saya, berziarahlah kubur bila anda berkenan, dan palingkan pandangan dan sangka buruk dari mereka yang bertaburan menyan dan kembang dlsb, jangan sesekali menuduh mereka musyrik, mungkin hati mereka musyrik, tapi kita dimurkai Rasul saw bila menuduhnya. Bila anda selesai berziarah, ada baiknya anda menyalami mereka dan dengan senyum hangat anda memberi mereka hadiah Al Quran, dan katakanlah : Wahai Tuan, para Sunan dan wali songo itu mempunyai kesenangan dan kegemaran, dan mereka akan senang bila Tuan mengamalkan kegemaran dan amal mereka, pastilah serta merta mereka akan bertanya dengan sigap..apakah kegemaran mereka??!!, jawablah dengan lembut dan berwibawa : Mereka siang malamnya asyik dengan Al Quran.. pasti Tuan akan disayangi mereka bahkan disayang Allah bila asyik membaca Al Quran, Nah..ini saya hadiahkan pada tuan, barang yang paling disayangi oleh Para Wali dan Sunan..

DAN HAMBA HAMBA ARRAHMAN (ALLAH SWT) YANG BERJALAN DIMUKA BUMI DENGAN RENDAH DIRI, (tidak sombong), DAN BILA MEREKA DIAJAK BICARA OLEH ORANG ORANG JAHIL, MAKA MEREKA MENJAWABNYA DENGAN LEMBUT (Alfurqan-63).

Wallahu alam.

Syair-syair Imam Syafi’i tentang Ilmu

Posted in Agama by samsonasik on June 26, 2008

Ilmu yang paling mulia
Semua ilmu selain Al-Qur’an hanya hal yang menyibukkan
Kecuali ilmu hadits dan fiqih agama
Ilmu yang benar adalah yang terdapat kata “Haddatsana”
Selain itu hanyalah tipu daya syaitan

Cara memperoleh Ilmu
Saudaraku …
Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan 6 perkara
Aku akan menyebutkan perinciannya dengan jelas
Cerdas, ambisi, usaha, dana, berguru dan waktu yang lama

Si Bodoh dan Si Alim
Kedudukan orang bodoh dalam pandangan yang alim
Sama seperti kedudukan orang alim dimata orang bodoh
Si bodoh enggan mendekati si alim
Yang alim lebih enggan mendekati si bodoh
Bila keburukan mendominasi kehidupan si bodoh
Dia akan lebih parah dalam menyelisihi si alim

Belajar sebelum menjadi pemimpin
Belajarlah agama sebelum engkau diangkat menjadi pemimpin
Dan bila engkau telah diangkat menjadi pemimpin, maka engkau tidak sempat belajar

Seorang tergantung ilmu dan takwanya
Tabahlah…
Atas pedihnya kekerasan pengajar
Karena kekokohan ilmu itu berada dalam kesulitan
Barangsiapa tidak mencicipi pahitnya belajar
Dia akan menelan kehinaan bodoh selama hidup

Barangsiapa waktu mudanya tidak sempat belajar
Maka bacakan takbir 4 kali karena kematiannya

Demi Allah
Hidup seorang pemuda itu tergantung ilmu dan takwa
Bila keudanya tidak ada, keberadaanya tidak dianggap

Kelezatan Ilmu
Begadangku untuk menelaah ilmu
terasa lebih nikmat daripada bertemu penyanyi dan keharuman leher mereka

Sungguh, goresan penaku di atas kertas
lebih nikmat daripada bercinta bersama para pecinta

Tabuhan rebana para gadis, masih kalah nikmat
Dengan kenikmatan aku memukul bukuku untuk membersihkan debunya
Kegundahanku untuk memecahkan masalah dalam belajar
Jauh lebih nikmat daripada para pemabuk khamer

Ilmuku selalu bersamaku
Ilmuku senantiasa bersamaku
Dimanapun aku berada selalu memberi manfaat
Hatiku adalah tempatnya, bukan dalam lemariku
Bila aku berada di rumah, pasti ilmuku disana bersamaku
Ketika aku berada di pasar, diapun ada di pasar

dicopy paste dari :
http://puji.wordpress.com/2008/01/17/syair-syair-imam-syafii-tentang-ilmu/

Javascript cek TextField Numeric

Posted in Uncategorized by samsonasik on June 25, 2008
Code:
<script>
//cek numeric : http://codingforums.com/archive/index.php?t-75239.html
function valid(f) {
var re = /^[0-9]*$/;
if (!re.test(f.value)) {
f.value = f.value.replace(/[^0-9]/g,””);
}
}
</script>

<input type=”text” name=”no_hp” id=”no_hp” maxlength=”20″ onkeyup=”valid(this)“>
—————–
atau pakai yang ini 🙂

Code:
<script>
function jsOnlyNumber(evn) {
var keynum;
var validKeyCode = new Array(8,9,13,16,17,18
,27,32,35,36,37,38,39,40,46,
48,49,50,51,52,53,54,55,56,57,
96,97,98,99,100,101,102,103,104,105);if (evn.shiftKey == 1) { return false; }

if (window.event) { keynum = evn.keyCode } //IE euy
else if(evn.which) { keynum = evn.which }; //Netscape/Firefox/Opera

if (arguments.length > 1) {
for (var i=1; i
validKeyCode[validKeyCode.length] = arguments[i].charCodeAt(0);
}
}

for (var i=0; i< validKeyCode.length; i++) {
if (keynum == validKeyCode[i]) { return true; }
}

return false;
}
</script>

<input type=”text” name=”no_hp” id=”no_hp” maxlength=”20″ onkeydown=”return jsOnlyNumber(event)”>

Daftar Judul Film dan Terjemahannya

Posted in lucu2 by samsonasik on June 19, 2008

Ø Terjemahan Sunda
Saving Private Ryan – Nulungan si Rian
Enemy At The Gate – Musuh Ngajedog di Pager
Die Hard – Teu Paeh-Paeh
Die Hard II – Can Paeh Keneh
Die Hard III With A Vengeance – Nya’an euy Hese Pisan Paehna
Bad Boys – Leutik-leutik legeg
Rocky – Osok Neunggeulan Batur
Rain Man – Lalaki Cicing di Bogor
Here’s Something About Marry – Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
Mission Impossible – Moal Bisa
Titanic – Tilelep
Paycheck – Nganjuk Heula
Reign of Fire – Beubeuleuman
Original Sin – Tara Ka Mesjid
Sleepless In Seattle – Cenghar Di Ciateul
Silence of The Lambs – Embe Pundung
Ghost – Jurig Kasep
Bad Boys – Budak Baong
Are We There Yet? – Lila Teuing Nepina Euy?
Home Alone – Tinggaleun
Casablanca – Mengkol Ti Sudirman
Gone In Sixty Seconds – Indit Siah Kaditu!
The Awakening – Hudang Sare
After The Sunset – Tereh Maghrib
The End of Days – Se’ep Waktosna

Ø Terjemahan Jawa

Enemy at the Gates — Musuhe Wis Tekan Gapuro
Die Another Day — Modare Ojo Saiki
Die Hard — Matine Angel
Die Hard II — Matine Angel Tenan
Die Hard III With A Vengeance — Kowe Kok Ra Mati-Mati To?
Die Hard IV (Die) – Jan Tenanan, Arep Mati Kok Angel Tenan
Bad Boys — Bocah-Bocah Elek
Catwoman – Kucing Wedok
Man of Fire — Wong Lanang Kesumuken
No Way Back — Ora Iso Mulih (kesasar to?)
Just Married – Mantenan
Red Eye — Matane Abang (klilipan opo?)
Casino Royale – Togel Akeh Duite
The Hoax — Ngapusi
Harry Potter – Harry Dodol
Pot Lost in Space — Ilang Neng Awang-awang
X-Men — Wong Lanang Saru
X-Men 2 — Wong Lanang Saru Tenan
Cheaper by the Dozen — Tuku Selusin Luwih Murah
Paycheck — Kasbon
Independence Day — Pitulasan
There is Something About Marry — Meri Ono Apa-Apane
Silence of the Lamb — Wedhuse Mutung
All The Pretty Horses — Jarane Ayu-Ayu
Planet of the Apes — Planete Wong Apes
Gone in Sixty Second — Minggat Sakcepete
Original Sin — Dosa Tenanan
The Abyss — Entek-Entekan
Deja Vu — Pangling
Seabiscuit — Klethikan Neng Laut
Terminator — Terminal Montor
How To Lose A Guy in 10 Days — Piye Carane Megat Lanangan Mung 10 Dino
Lord Of The Ring — Pedagang Akik
Deep Impact — Ngantem Njero
Million Dollar Baby — Babi Regone Sayuto
Blackhawk Down — Manuk Ireng Kenek Bedhil
Saving Private Ryan — Ngelesi Privat Mas Ryan (pancene goblog tenan opo?)
Gone With The Wind — Wes Ewes Ewes, Bablas Angine
Because I Said So — Dikandani Kok Ngeyel Temen Sih
Superman — Gatot Koco

Tentang Bid’ah hasanah vs Dholalah v2

Posted in Agama by samsonasik on June 14, 2008

Judul ini saya ungkap kembali dengan versi2(v2) , karena terinspirasi dari pertanyaan seorang teman terhadap saya, tentang hukum melakukan tahlilan atas orang yang sudah meninggal, hm…, lagi-lagi tentang bid’ah. Saya mencoba menjawab dari sisi kemaslahatannya, dan atas dasar do’a, “Robbighfirli waliwalidayya walmuslimin”, di sini, tidak disebutkan, permohonan ampun tentang orang yang sudah meninggal atau masih hidup, yang penting dia muslim. Atas dasar ini, saya menjawab, bahwa hal itu dibolehkan, selama itu bukan menjadi sesuatu yang diwajibkan, bahwa ketika ada orang meninggal, harus diadakan tahlilan, nah itu baru salah. Menurut pandangan saya pribadi, tahlilan dapat dikatakan bid’ah yang hasanah, (Secara garis besar, bid’ah dibagi menjadi 2, yaitu bid’ah hasanah dan bid’ah dholalah-red), Kalau secara terperinci, seperti berikut :

  1. Bid’ah Wajib
  2. Bid’ah yang diharamkan
  3. Bid’ah yang dianjurkan
  4. Bid’ah yang dibolehkan
  5. Serta bid’ah yang dimakruhkan

Saya ingin mengutip tentang cerita seorang Guru Fikih di Universitas Al Azhar, seorang murid bertanya kepadanya, “Wahai guruku, bagaimana hukumnya orang yang merayakan maulid Nabi?” masuk dibagian mana?

“apakah kalian ingat, ketika Rasulullah datang hijrah dari mekkah menuju madinah, semua orang bahagia dengan kedatangan Rasul, sehingga mereka melakukan puji2 an tuk Rasulullah.

Perayaan maulid ini paling afdhal amal ibadah, karena kegembiraan dan kecintaannya terhadap Rasulullah, seperti katanya Imam Sayuti rahimahullah “Dan ini tidak termasuk dalam hal bid’ah yang sesat, karena hal2 yang terkandung didalamnya tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan sunnah Rasul, sahabat, atau ijma’ ulama, seperti itu juga pendapatnya imam Syafi’.

kemudian sang guru memberikan sebuah contoh lain tuk murid-muridnya, ” tahu kah kalian dengan Abu Lahab? dikutib dari imam Sayuti dari imam Syamsuddin ibn al Jazri didalam kitabanya mengatakan, sesungguhnya Abu Lahab diringankan oleh Allah akan azabnya setiap hari senin, karena ia memerdekakan Tsuwaybah yang mana disebabkan kegembiraanya terhadap kelahiran (maulid) Nabi Muhammad Saw.”

Di era ini Muslimin berada dalam hegemoni Barat dan cenderung menjadi bulan-bulanan. Tidak jarang Muslimin saat ini menangkap informasi tidak berimbang dan selalu menguntungkan Barat. Padahal, sudah menjadi rahasia umum bahwa sejarah Barat adalah sejarah kebohongan yang ditampilkan dalam frame yang begitu sistematis.

Pada keterjebakan posisi ini Muslimin mendambakan kembalinya kejayaan Islam pada abad-abad terdahulu dan Muslimin tahu bahwa kekalahan Muslimin berada pada titik kurangnya konsolidasi antar-negara Islam dunia. Pertanyaan, di mana kiprah OKI (Organisasi Konfrensi Islam) selaku organisasi persatuan Islam dunia, sering muncul namun tidak pernah mendapat jawaban riil.


Artinya, momen-momen show of force (unjuk kekuatan), seperti peringatan Maulid dan perayaan besar lainnya, sudah sepantasnya tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Momen-momen besar Islam seperti itu sangat berpotensi dan efektif untuk menghidupkan nadi heroisme Muslimin, bukan hanya pada taraf nasional tapi internasional. Di Indonesia saja, peringatan Maulid ini telah diposisikan sebagai hari libur nasional dan satu-satunya hari besar nasional yang diperingati di dalam Istana Negara.

Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyatakan bahwa peringatan Maulid adalah kesempatan emas (furshah dzahabiyah) untuk membangkitkan kembali semangat membela Islam dalam tubuh Muslimin. Bahkan, kesempatan ini dinilai sebagai target utama diperingatinya hari kelahiran Nabi Muhammad ini.

Contoh bid’ah hasanah yang lain adalah khutbah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, membuka suatu acara dimulai dengan membaca basmalah di bawah komando seorang, memberi nama pengajian dengan nama kuliah shubuh, menambah bacaan subhanahu wa ta’ala (yang biasa diringkas menjadi SWT) setiap ada kalimat Alloh. Serta perbuatan lainnya yang belum pernah ada pada masa Rosululloh SAW, namun tidak bertentangan dengan inti ajaran agama Islam.

Wallahua’lam bishshowab.

Referensi :
http://azharku.wordpress.com/2008/02/13/bidah-vs-bidah/
http://ksatriaberkuda.multiply.com/journal
http://langitan.net/?page_id=130/sunni/ahlussunnah-wal-bidah-hasanah/page-1/post-11/

Akhir hidup Mirza Ghulam Ahmad

Posted in Agama, kehidupan by samsonasik on June 14, 2008

Akhir Kehidupan yang Menghinakan

Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA

Ajaran Ahmadiyah banyak mendapat penentangan dari para ulama di India. Di antara ulama yang terdepan menentangnya adalah Asy-Syaikh Tsana`ullah Al-Amru Tasri. Karena geram, Ghulam Ahmad akhirnya mengeluarkan pernyataan pada tanggal 15 April 1907 yang ditujukan kepada Asy-Syaikh Tsana`ullah. Di antara bunyinya: “…Engkau selalu menyebutku di majalahmu (‘Ahlu Hadits’) ini sebagai orang terlaknat, pendusta, pembohong, perusak… Maka aku banyak tersakiti olehmu… Maka aku berdoa, jika aku memang pendusta dan pembohong sebagaimana engkau sebutkan tentang aku di majalahmu, maka aku akan binasa di masa hidupmu. Karena aku tahu bahwa umur pendusta dan perusak itu tidak akan panjang… Tapi bila aku bukan pendusta dan pembohong bahkan aku mendapat kemuliaan dalam bentuk bercakap dengan Allah, serta aku adalah Al-Masih yang dijanjikan maka aku berdoa agar kamu tidak selamat dari akibat orang-orang pendusta sesuai dengan sunnatullah.

Aku umumkan bahwa jika engkau tidak mati semasa aku hidup dengan hukuman Allah yang tidak terjadi kecuali benar-benar dari Allah seperti mati dengan sakit tha’un, atau kolera berarti AKU BUKAN RASUL DARI ALLAH…

Aku berdoa kepada Allah, wahai penolongku Yang Maha Melihat, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Berilmu, Yang mengetahui rahasia qalbu, bila aku ini adalah pendusta dan perusak dalam pandangan-Mu dan aku berdusta atas diri-Mu malam dan siang hari, ya Allah, maka matikan aku di masa hidup Ustadz Tsana`ullah. Bahagiakan jamaahnya dengan kematianku –Amin–.

Wahai Allah, jika aku benar dan Tsana`ullah di atas kesalahan serta berdusta dalam tuduhannya terhadapku, maka matikan dia di masa hidupku dengan penyakit-penyakit yang membinasakan seperti tha’un dan kolera atau penyakit-penyakit selainnya…. Akhirnya, aku berharap dari Ustadz Tsana`ullah untuk menyebarkan pernyataan ini di majalahnya. Kemudian berilah catatan kaki sekehendaknya. Keputusannya sekarang di tangan Allah.

Penulis, hamba Allah Ash-Shamad, Ghulam Ahmad, Al-Masih Al-Mau’ud. Semoga Allah memberinya afiat dan bantuan. (Tabligh Risalat juz 10 hal. 120)

Apa yang terjadi? Setelah berlalu 13 bulan 10 hari dari waktu itu, justru Ghulam Ahmad yang diserang ajal. Doanya menimpa dirinya sendiri.

Putranya Basyir Ahmad menceritakan: Ibuku mengabarkan kepadaku bahwa Hadrat (Ghulam Ahmad) butuh ke WC langsung setelah makan, lalu tidur sejenak. Setelah itu butuh ke WC lagi. Maka dia pergi ke sana 2 atau 3 kali tanpa memberitahu aku. Kemudian dia bangunkan aku, maka aku melihatnya lemah sekali dan tidak mampu untuk pergi ke ranjangnya. Oleh karenanya, dia duduk di tempat tidurku. Mulailah aku mengusapnya dan memijatnya. Tak lama kemudian, ia butuh ke WC lagi. Tetapi sekarang ia tidak dapat pergi ke WC, karena itu dia buang hajat di sisi tempat tidur dan ia berbaring sejenak setelah buang hajat. Kelemahan sudah mencapai puncaknya, tapi masih saja hendak buang air besar. Diapun buang hajatnya, lalu dia muntah. Setelah muntah, dia terlentang di atas punggungnya, dan kepalanya menimpa kayu dipan, maka berubahlah keadaannya.” (Siratul Mahdi hal. 109 karya Basyir Ahmad)

Mertuanya juga menerangkan: “Malam ketika sakitnya Hadhrat (Ghulam Ahmad), aku tidur di kamarku. Ketika sakitnya semakin parah, mereka membangunkan aku dan aku melihat rasa sakit yang dia derita. Dia katakan kepadaku, ‘Aku terkena kolera.’ Kemudian tidak bicara lagi setelah itu dengan kata yang jelas, sampai mati pada hari berikutnya setelah jam 10 pagi.” (Hayat Nashir Rahim Ghulam Al-Qadiyani hal. 14)
Pada akhirnya dia mati tanggal 26 Mei 1908.

Sementara Asy-Syaikh Tsana`ullah tetap hidup setelah kematiannya selama hampir 40 tahun. Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala singkap tabir kepalsuannya dengan akhir kehidupan yang menghinakan, sebagaimana dia sendiri memohonkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kini siapa yang sadar dan bertobat setelah tersingkap kedustaannya?
Wallahu a’lam bish-shawab.

Diambil dari http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=679

Dicopy paste dari http://antosalafy.wordpress.com/2008/06/12/akhir-kehidupan-mirza-ghulam-ahmad/

Servlet Filter

Posted in Tutorial JSP, Tutorial Servlet by samsonasik on June 7, 2008

Filter adalah sebuah komponen yang dapat menangani request atau response yang harus atau tidak harus dilakukan/diterima oleh client. Secara normal, filter digunakan untuk membungkus dan memanipulasi request, response, atau nilai header sebelum dan setelah eksekusi target.

Now, kita akan mencoba mempraktekkan sebuah filter sederhana 🙂
Pertama, kita siapkan GenericFilter sebagai implementasi dari interface javax.servlet.Filter, mengimplementasikan method doFilter, init,dan destroy.
Method init digunakan untuk menginisialisasi filter, yang kemudian dijalankan oleh doFilter, sedang method destroy digunakan untuk menghancurkan object yang diinstansiasi dari kelas FilterConfig.
berikut coding standard untuk kelas GenericFilter :

Code:
/*
from http://www.orionserver.com/tutorials/filters/1.html
*/
package filters.learn;

import javax.servlet.Filter;
import javax.servlet.FilterChain;
import javax.servlet.FilterConfig;
import javax.servlet.ServletRequest;
import javax.servlet.ServletResponse;
import javax.servlet.ServletException;
import java.io.IOException;

public class GenericFilter implements Filter{
private FilterConfig filterConfig;
public void doFilter(final ServletRequest req,final ServletResponse resp, FilterChain chain)
throws IOException,ServletException{
chain.doFilter(req,resp);
}
public FilterConfig getFilterConfig(){
return filterConfig;
}
public void init(FilterConfig config){
this.filterConfig = config;
}
public void destroy(){
this.filterConfig = null;
}
}

Now, let’s Writing your first Filter :

Code:
package filters.learn;
import filters.learn.GenericFilter;

import java.io.*;
import javax.servlet.http.*;
import javax.servlet.*;

public class HelloWorldFilter extends GenericFilter {

public void doFilter(final ServletRequest req, final ServletResponse resp, FilterChain chain)
throws IOException, ServletException {
req.setAttribute(“me”,”Ikhsan”);
chain.doFilter(req,resp);
}

}

Kita akan mencoba mengetes filter di atas, kita siapkan file JSP kita :

Code:
hai, ini aku ${me}

Pertanyaannya, bagaimana configurasi filter di atas?? eit …, tunggu dulu, sebelum kita bicara konfigurasi, tentunya kita butuh sebuah servlet lagi yang akan kita memforward, dan memapping address url, berikut codingnya :

Code:
package filters.learn;

import java.io.*;
import javax.servlet.*;
import javax.servlet.http.*;

public class ServletForwarderHello extends HttpServlet{
public void doGet(HttpServletRequest req,HttpServletResponse resp)
throws ServletException, IOException{
req.getRequestDispatcher(“/filts/filter1.jsp”).forward(req,resp);
}
}

Nah, sekarang waktunya konfigurasi web.xml kita :

…..

<servlet>
<servlet-name>servletforwarderhellofilter</servlet-name>
<!–class servlet –>
<servlet-class>filters.learn.ServletForwarderHello</servlet-class>
</servlet>

<servlet-mapping>
<servlet-name>servletforwarderhellofilter</servlet-name>
<!–alamat url –>
<url-pattern>/filter</url-pattern>
</servlet-mapping>

<filter>
<filter-name>HelloWorld</filter-name>
<filter-class>filters.learn.HelloWorldFilter</filter-class>
</filter>
<filter-mapping>
<filter-name>HelloWorld</filter-name>
<url-pattern>/filter</url-pattern>
</filter-mapping>

…..

Now, let’s try : http://localhost:8080/advance/filter (ceritanya, saya built ke dalam advance.war, kalau ditaruh di bawah direktori ROOT, cukup http://localhost:8080/filter)

Selamat mencoba 🙂
Referensi :
1. http://www.orionserver.com/tutorials/filters/
2. http://www.javapassion.com