Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Kapan pakai OOP ? Kapan pakai Procedural ?

Posted in Teknologi by samsonasik on March 23, 2009

Dengan hadirnya teknik pemrograman OOP, bukan berarti lho, kita mengesampingkan Procedural,
karena selalu pada saat belajar pemrograman (algoritma nya dulu) , kita belajar menjalankan
dengan teknik Procedural.

Nah, apakah karena tidak belajar algoritma dasar lagi (padahal lulusnya mungkin juga lulus-lulusan,
xi..xi..xi…), melainkan belajar konsep pemrogramannya(yang sekarang kebanyakan sudah support OOP),
kita kemudian anti Procedural ? oh.., tentu saja tidak. Ada hal-hal tertentu di mana kita bisa
menggunakan teknik procedural, yaitu :
1. Program yang dibutuhkan untuk kebutuhan ‘tools cepat’ untuk membantu penyelesaian aplikasi.
contoh : program pemindah data, program pencari record di database untuk membantu debugging aplikasi orang,
dan program-program kecil yang kemungkinan hanya digunakan untuk membantu pekerjaan, bukan digunakan
untuk dikembangkan sebagai aplikasi yang besar.
2. Program testing, misal untuk mendebug coding program, kita tak perlu buat kelas dan method2 nya untuk
melakukan debugging, karena biasanya sudah disediakan oleh bahasa pemrogramannya, walaupun di beberapa framework
ada method-method singkat untuk mendebug, tapi itupun berupa helper (fungsi-fungsi), bukan berupa kelas, itu hanyalah
masalah hobi si developer framework yang harus always OOP, bukan hal yang harus always diikuti.
3. Kefefet, seperti kondisi dadakan (walaupun ruang lingkupnya besar), sehingga kita tidak diberi waktu untuk
memodelkan dahulu, walaupun nantinya ketika aplikasi sudah beres, kalau ada waktu,
tetep kita sebaiknya membuat itu menjadi OOP, untuk memudahkan pada saat pengembangan.
4. Aplikasi yang bersifat algoritmik, atau pengecekan compiler/interpreter jalan apa tidak.
Bayangkan kalau kita mau cek menuliskan “Hello World !!!” harus seperti ini :

class Hello {
    private String str;
    public Hello(){
        this.str = new String("Hello World !!!");
    }
    public String showHello() {
        return this.str;
    }
   public static void main(String[] args) {
        Hello hl = new Hello();
        System.out.println(hl.showHello());
   }
}

Ga banget kan ?? 🙂

Nah, kapan kita menggunakan OOP ?
1. Aplikasi bersifat besar.
2. Aplikasi bersifat sedang tetapi ada kemungkinan nantinya akan dikembangkan lagi.

Terus, kenapa kita harus belajar OOP dari hal-hal kecil ? Tentunya supaya kita jadi terbiasa, sehingga tidak kaget
ketika menghadapi aplikasi yang besar. Simple kan?

Advertisements

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] lebih terarah. Kapan sebaiknya pakai OOP dan kapan sebaiknya pakai Procedural, bisa dibaca di artikel saya yang telah […]

  2. rio said, on March 22, 2015 at 2:01 pm

    makasi agan abdul malik postingan nyaa siip buat PR


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: