Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Programming Methodology – The Introduction

Posted in Teknologi by samsonasik on November 14, 2010

Programming methodology dapat diartikan jenis pendekatan yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah secara pemrograman. Programming Methodology berkaitan erat dengan analisis, desain, dan implementasi program. Beberapa methodology yang banyak dipakai secara umum ada 3, yaitu :

1. Unstructural Programming Methodology
Adalah sebuah pendekatan di mana kita meng-kode program secara langsung, ketika permasalahan bertambah, code program pun bertambah. Sebagai contoh pada assembly programming. Ketika kita menemukan sebuah bug, maka kita harus mendebug program secara komplit. Dalam methodology ini, jelas tidak ada reusability program karena kita harus mere-code program nya. Satu-satunya kelebihan dari unstructural ini karena ia sangat dekat dengan bahasa mesin.
2. Procedural Programming Methodology
Pendekatan yg dilakukan adalah “Top Down Approach“. Yaitu sebuah pendekatan dengan melihat permasalahan dari atas, kemudian membagi menjadi potongan-potongan sub task permasalahan. Sebagai contoh pada kalkulator, maka kita membagi kalkulator itu menjadi 2 bagian, Scientific dan Non Scientific, kemudian misalnya dari Non Scientific itu kita bagi lagi menjadi float operation dan integer operation. Setelah itu kita bagi lagi masing-masing menjadi operasi tambah, kurang, kali, dan bagi.  Setiap sub task yg dibagi akan dikumpulkan dan jadilah aplikasi kalkulator. Dengan cara ini, proses debugging menjadi sangat mudah karena kita bisa mere-use kode program untuk module aplikasi yang lain. Procedural programming methodology berkonsentrasi pada apa yang dibutuhkan untuk melakukan suatu hal, bukan pada siapa yang akan menggunakan.
Dalam procedural programming methodology, ruang lingkup data dibagai menjadi 2, yaitu : Global dan Lokal. Anggaplah kita mempunyai bagan beberapa procedure seperti gambar berikut :

Kita mempunyai variable x, maka variable itu bisa dipanggil di procedure 1, 2, dan 3. Variable ini mempunyai ruang lingkup Global. Sedang ketika kita mendeklarasikan variable a, ruang lingkupnya hanya di procedure 1 saja, inilah ruang lingkup lokal. Nah, bagaimana ketika kita ingin ada sebuah variable yang bisa diakses oleh Procedure 1 dan 2 saja ? Hm.., jawabannya adalah tidak bisa. Nah, inilah kelemahan dari Procedural Programming Methodology, yaitu data yang tidak aman karena tidak terlokalisasi.
3. Object Oriented Programming Methodology
Methodology ini menggunakan pendekatan “Bottom-Up”. Ketika ada permasalahan, kita melihat dari bawah, dengan cara melihat “Who are Going to Using“. Anggaplah kita punya permasalahan yang harus dipecahkan, yaitu sistem kursus. Siapa aja yang memakai Sistem itu ? Contoh Trainer, Trainee, dan Admin. Trainer dapat mengikuti test dan mendapatkan nilai. Trainee dapat  menulis soal, dan melihat nilai, admin dapat mengatur user.
Ok, so, what is an Object ? Object dapat berupa apapun.Misal, pulpen , Laptop , meja , dan lain-lain. bisa berupa benda hidup, maupun yang tidak hidup. Setiap object mempunyai 2 hal, satu adalah state dan satunya lagi adalah behavior. State adalah hal yang bisa dilihat dari look and feel-nya, misal panjang, lebar, warna, harga, dan lain-lain.  Behavior adalah apa yang bisa dilakukan, misalnya menulis, menggambar, dan lain-lain.  State dari object disebut ATRIBUTE, dan behavior disebut METHOD. Nah, untuk mendefiniasikan object, kita gunakan blueprint object, yang kita sebut sebagai CLASS. Class adalah template/ blueprint object, berupa koleksi atribute dan method. Kita harus memberikan hak akses terhadap atribute dan method yang disebut sebagai Access Specifiers atau Access Modifiers yang secara umum ada 3, yaitu private, protected, dan public. Akses private hanya bisa diakses oleh kelas itu sendiri melalui method yang bersifat public, protected bisa diakses oleh kelas itu sendiri dan turunannya yang bersifat public, dan akses public bisa diakses oleh semua kelas.
Dengan OOP, lokalisasi data menjadi lebih terarah. Kapan sebaiknya pakai OOP dan kapan sebaiknya pakai Procedural, bisa dibaca di artikel saya yang telah lalu.

Semoga bermanfaat. 🙂
This article contained copyrighted material licensed under various creative commons licenses unless otherwise noted:
Photo :
http://stevemooradian.com/wordpress/wp-content/images/programming/_code.jpg
Video :
http://makvin-it.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: