Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Syair Abu Nawas

Posted in Agama by samsonasik on March 26, 2009

Oh, Tuhanku,

aku tak layak menjadi penghuni surga

Tapi, aku tidak tahan di neraka jahim

Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku,

Sebab Engkaulah Maha Pengampun dari dosa-dosa besar

Tuhan, dosaku bagaikan bilangan pasir

Berilah aku kesempatan taubat Wahai Yang Maha Agung

Sementara umurku selalu berkurang tiap hari,

Malah dosaku terus bertambah, bagaimana aku menanggungnya?

Tuhanku,

Hamba-Mu yang penuh dosa kini telah datang pada-Mu mengakui dosa-dosanya dan memanggil nama-Mu

Jika Engkau ampuni, dan Engkau berhak mengampuninya

Sekiranya Engkau tolak,

Siapa lagi yang kami harap selain Engkau?”

indah banget ya….
disunting dari : http://sufimuda.wordpress.com/2009/03/25/belajar-dari-taubat-abu-nawas/

Memahami Tawadlu’

Posted in Agama by samsonasik on February 6, 2009

Rendah hati (tawadlu’) adalah sifat yang sangat dicintai oleh Allah, ia hadir bila memang dalam hatinya, memang benar-benar sesuai dengan yang diungkapkannya. Ada orang yang mengatakan pada semua orang, bahwa dia masih sedikit ilmunya, padahal di dalam hatinya, ia merasa bahwa ia lebih dari semua orang yang ia ajak bicara, saat ia sholat malam, ia tidak memperlihatkan kepada siapapun, tapi di dalam hatinya ada setitik kesombongan bahwa hanya dia yang sholat malam, dan lain sebagainya. Nah, di situlah perangkat setan, ia tidak menjebak dengan ketidaktaatan dalam aktivitas beribadah, tapi dia menjebak dengan masuk ke dalam relung hati, maka dari itu, berhati-hatilah wahai saudaraku.

semoga taufik dan hidayah selalu mengiringi kita, amin.

fatihah dalam sholat

Posted in Agama by samsonasik on July 14, 2008

Mendengarkan bacaan imam adalah wajib hukumnya, sebagaimana firman Allah swt : Jika dibacakan padamu Alqur’an maka dengarkanlah dan diamlah dari bicara agar kalian dirahmati” (QS Al A’raf 204).

sedangkan Rasul saw bersabda : “Tiada shalat yg tak dibaca padanya Alfatihah” (Shahih Muslim), maka wajib makmum mendengar bacaan imam yg membaca Alfatihah, dan wajib makmum membaca fatihah selepas bacaan imam diwaktu jeda yg diberikan imam antara fatihah dan surat, dan jika imam menyempitkan jeda waktu itu hingga ia segera membaca surat, maka makmum boleh meneruskan fatihahnya hingga selesai lalu mendengarkan lagi bacaan imam

Source : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=
&func=view&catid=8&id=13248&lang=id#13248

Bolehkah Berdoa di Kuburan…?

Posted in Agama by samsonasik on June 30, 2008

Source : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content
&task=view&id=62&Itemid=12&lang=en

Berdoa, atau bertawasul, atau berdzikir, itu dimana saja, boleh tawassul dari rumah, atau di kamar, atau di masjid, atau di kuburan, atau dimana saja, pastilah mungkin hati kita yang sudah tertular virus sekte sesat ini akan langsung Alergi bila mendengar DOA DI KUBURAN, ketahuilah berdoa di kuburan pun sunnah Rasul saw, beliau berdoa di Pekuburan Baqii, dan berkali-kali beliau saw melakukannya. Dan Rasul saw memerintahkan untuk mengucapkan Salam untuk ahli kubur dengan ucapan Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmuminin walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As alullah lana wa lakumul aafiah.. (Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih sayang Allah atas yang terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim Bab 35 hadits no 974.975,976. *3 hadits dalam makna yang sama). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang dengan ucapan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian.

Demikian pula tawassul, karena tawassul adalah doa kepada Allah, bila anda menuju makam untuk berziarah, berdoalah kepada Allah, Wahai Allah, Demi orang-orang yang bermunajat pada Mu, Demi orang-orang yang Bersemangat kepada keridhoan Mu, Demi langkahku ini, atau dengan tawassul menyebut nama sebagaimana Rasul saw menyebut Demi para Nabi sebelumku.. atau misalnya Wahai Allah, Demi Ahlul Badr, atau Demi Muhajirin dan Anshar, atau Demi Ruku dan Sujudnya para wali Mu, atau menyebut nama mereka sebagaimana Rasul saw menyebut nama para malaikat. Toh doa-doa ini kepada Allah, berperantarakan ketaatan para hamba-hamba Nya, memang manusia hidup dan mati, namun amal shalihnya tetap kekal.

Anda ingat peristiwa Adam as?, mengapa malaikat diperintahkan sujud pada makhluk?, karena para malaikat itu sujud pada Adam as bukan menyembah Adam as, tetapi menyembah Allah.. karena jutsru sujud pada Adam itu adalah ketaatan, namun apa yang dilakukan Iblis?, pada dasarnya Iblis hanya ingin sujud kepada Allah semata, tak mau memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah, dan jatuhlah ia kepada Laknat Allah, maka orang yang tak mau memuliakan orang yang dimuliakan Allah swt adalah para pengikut Iblis, naudzubillahi min dzalik.

Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik. Mereka yang berkemenyan, sajen dlsb itu, tetap tak mungkin kita pastikan mereka musyrik, karena kita tak tahu isi hatinya, sebagaimana Rasul saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yang membunuh seorang pimpinan Laskar Kafir yang telah terjatuh pedangnya, lalu dengan wajah tak serius ia mengucap syahadat, lalu Usamah membunuhnya, ah? betapa murkanya Rasul saw saat mendengar kabar itu.., seraya bersabda : APAKAH KAU MEMBUNUHNYA PADAHAL IA MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH..?!!, lalu Usamah ra berkata: Kafir itu hanya bermaksud ingin menyelamatkan diri Wahai Rasulullah.., maka beliau saw bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam dan membentak : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, lalu Rasul saw maju mendekati Usamah dan mengulangi ucapannya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, Usamah ra mundur dan Rasul saw terus mengulanginya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, hingga Usamah ra berkata : Demi Allah dengan peristiwa ini aku merasa alangkah indahnya bila aku baru masuk islam hari ini..(maksudnya tak pernah berbuat kesalahan seperti ini dalam keislamanku). (Shahih Muslim Bab 41 no. 158 dan hadits yang sama no.159)

Dan juga dari peristiwa yang sama dengan riwayat yang lain, bahwa Usamah bin Zeyd ra membunuh seorang kafir yang kejam setelah kafir jahat itu mengucap Laa Ilaaha Illallah, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya : MENGAPA KAU MEMBUNUHNYA..?!, Usamah menjawab : Yaa Rasulullah, ia telah membunuh fulan dan fulan, dan membantai muslimin, lalu saat kuangkat pedangku kewajahnya maka ia mengatakan Laa Ilaaha illallah.., lalu Rasul saw menjawab : LALU KAU MEMBUNUHNYA..?!!, Usamah ra menjawab : benar, maka Rasulullah saw berkata : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!, maka Usamah berkata : Mohonkan pengampunan bagiku Wahai Rasulullah??, Rasul saw menjawab dengan ucapan yang sama : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!!, dan beliau terus mengulang ulangnya.. (Shahih Muslim Bab 41 no.160).

Kita tak bisa menilai orang yang berbuat apapun dengan tuduhan syirik, dia berkomat kamit dengan sajen dan mandi sumur tujuh rupa dan segala macam kebiasaan orang kafir lainnya, ini merupakan adat istiadat biasa, tak mungkin kita mengatakannya musyrik hanya karena melihat perbuatannya, kecuali ia ber ikrar dengan lidahnya.
Satu contoh, seorang muslim mandi air kembang, berendam di air mawar, lalu menaruh keris di pinggangnya, lalu menyalakan kemenyan, lalu ia shalat, musyrikkah ia?,
dan orang lain mandi dengan shower, berendam di air hangat, menggunakan busa mandi, lalu menaruh pistol dipinggangnya, lalu menyemprotkan pewangi ruangan, lalu shalat, musyrikkah dia?,
apa bedanya?, keduanya melakukan kebiasaan orang kafir..

Kesimpulannya adalah, tidak ada kalimat musyrik bisa dituduhkan kepada siapapun terkecuali dengan kesaksian lidahnya. Hati-hatilah dengan ucapan syirik, bila seseorang muslim lalu musyrik, maka pernikahannya batal, istrinya haram dikumpulinya, jima dengan istri terhitung zina, anaknya tak bernasab padanya, kewaliannya atas putrinya tidak sah, dan bila keluarganya wafat ia tak mewarisi dan bila ia wafat tak pula diwarisi, ia diharamkan shalat, diharamkan dikuburkan di pekuburan muslimin.

Saran saya, berziarahlah kubur bila anda berkenan, dan palingkan pandangan dan sangka buruk dari mereka yang bertaburan menyan dan kembang dlsb, jangan sesekali menuduh mereka musyrik, mungkin hati mereka musyrik, tapi kita dimurkai Rasul saw bila menuduhnya. Bila anda selesai berziarah, ada baiknya anda menyalami mereka dan dengan senyum hangat anda memberi mereka hadiah Al Quran, dan katakanlah : Wahai Tuan, para Sunan dan wali songo itu mempunyai kesenangan dan kegemaran, dan mereka akan senang bila Tuan mengamalkan kegemaran dan amal mereka, pastilah serta merta mereka akan bertanya dengan sigap..apakah kegemaran mereka??!!, jawablah dengan lembut dan berwibawa : Mereka siang malamnya asyik dengan Al Quran.. pasti Tuan akan disayangi mereka bahkan disayang Allah bila asyik membaca Al Quran, Nah..ini saya hadiahkan pada tuan, barang yang paling disayangi oleh Para Wali dan Sunan..

DAN HAMBA HAMBA ARRAHMAN (ALLAH SWT) YANG BERJALAN DIMUKA BUMI DENGAN RENDAH DIRI, (tidak sombong), DAN BILA MEREKA DIAJAK BICARA OLEH ORANG ORANG JAHIL, MAKA MEREKA MENJAWABNYA DENGAN LEMBUT (Alfurqan-63).

Wallahu alam.

Syair-syair Imam Syafi’i tentang Ilmu

Posted in Agama by samsonasik on June 26, 2008

Ilmu yang paling mulia
Semua ilmu selain Al-Qur’an hanya hal yang menyibukkan
Kecuali ilmu hadits dan fiqih agama
Ilmu yang benar adalah yang terdapat kata “Haddatsana”
Selain itu hanyalah tipu daya syaitan

Cara memperoleh Ilmu
Saudaraku …
Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan 6 perkara
Aku akan menyebutkan perinciannya dengan jelas
Cerdas, ambisi, usaha, dana, berguru dan waktu yang lama

Si Bodoh dan Si Alim
Kedudukan orang bodoh dalam pandangan yang alim
Sama seperti kedudukan orang alim dimata orang bodoh
Si bodoh enggan mendekati si alim
Yang alim lebih enggan mendekati si bodoh
Bila keburukan mendominasi kehidupan si bodoh
Dia akan lebih parah dalam menyelisihi si alim

Belajar sebelum menjadi pemimpin
Belajarlah agama sebelum engkau diangkat menjadi pemimpin
Dan bila engkau telah diangkat menjadi pemimpin, maka engkau tidak sempat belajar

Seorang tergantung ilmu dan takwanya
Tabahlah…
Atas pedihnya kekerasan pengajar
Karena kekokohan ilmu itu berada dalam kesulitan
Barangsiapa tidak mencicipi pahitnya belajar
Dia akan menelan kehinaan bodoh selama hidup

Barangsiapa waktu mudanya tidak sempat belajar
Maka bacakan takbir 4 kali karena kematiannya

Demi Allah
Hidup seorang pemuda itu tergantung ilmu dan takwa
Bila keudanya tidak ada, keberadaanya tidak dianggap

Kelezatan Ilmu
Begadangku untuk menelaah ilmu
terasa lebih nikmat daripada bertemu penyanyi dan keharuman leher mereka

Sungguh, goresan penaku di atas kertas
lebih nikmat daripada bercinta bersama para pecinta

Tabuhan rebana para gadis, masih kalah nikmat
Dengan kenikmatan aku memukul bukuku untuk membersihkan debunya
Kegundahanku untuk memecahkan masalah dalam belajar
Jauh lebih nikmat daripada para pemabuk khamer

Ilmuku selalu bersamaku
Ilmuku senantiasa bersamaku
Dimanapun aku berada selalu memberi manfaat
Hatiku adalah tempatnya, bukan dalam lemariku
Bila aku berada di rumah, pasti ilmuku disana bersamaku
Ketika aku berada di pasar, diapun ada di pasar

dicopy paste dari :
http://puji.wordpress.com/2008/01/17/syair-syair-imam-syafii-tentang-ilmu/

Tentang Bid’ah hasanah vs Dholalah v2

Posted in Agama by samsonasik on June 14, 2008

Judul ini saya ungkap kembali dengan versi2(v2) , karena terinspirasi dari pertanyaan seorang teman terhadap saya, tentang hukum melakukan tahlilan atas orang yang sudah meninggal, hm…, lagi-lagi tentang bid’ah. Saya mencoba menjawab dari sisi kemaslahatannya, dan atas dasar do’a, “Robbighfirli waliwalidayya walmuslimin”, di sini, tidak disebutkan, permohonan ampun tentang orang yang sudah meninggal atau masih hidup, yang penting dia muslim. Atas dasar ini, saya menjawab, bahwa hal itu dibolehkan, selama itu bukan menjadi sesuatu yang diwajibkan, bahwa ketika ada orang meninggal, harus diadakan tahlilan, nah itu baru salah. Menurut pandangan saya pribadi, tahlilan dapat dikatakan bid’ah yang hasanah, (Secara garis besar, bid’ah dibagi menjadi 2, yaitu bid’ah hasanah dan bid’ah dholalah-red), Kalau secara terperinci, seperti berikut :

  1. Bid’ah Wajib
  2. Bid’ah yang diharamkan
  3. Bid’ah yang dianjurkan
  4. Bid’ah yang dibolehkan
  5. Serta bid’ah yang dimakruhkan

Saya ingin mengutip tentang cerita seorang Guru Fikih di Universitas Al Azhar, seorang murid bertanya kepadanya, “Wahai guruku, bagaimana hukumnya orang yang merayakan maulid Nabi?” masuk dibagian mana?

“apakah kalian ingat, ketika Rasulullah datang hijrah dari mekkah menuju madinah, semua orang bahagia dengan kedatangan Rasul, sehingga mereka melakukan puji2 an tuk Rasulullah.

Perayaan maulid ini paling afdhal amal ibadah, karena kegembiraan dan kecintaannya terhadap Rasulullah, seperti katanya Imam Sayuti rahimahullah “Dan ini tidak termasuk dalam hal bid’ah yang sesat, karena hal2 yang terkandung didalamnya tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan sunnah Rasul, sahabat, atau ijma’ ulama, seperti itu juga pendapatnya imam Syafi’.

kemudian sang guru memberikan sebuah contoh lain tuk murid-muridnya, ” tahu kah kalian dengan Abu Lahab? dikutib dari imam Sayuti dari imam Syamsuddin ibn al Jazri didalam kitabanya mengatakan, sesungguhnya Abu Lahab diringankan oleh Allah akan azabnya setiap hari senin, karena ia memerdekakan Tsuwaybah yang mana disebabkan kegembiraanya terhadap kelahiran (maulid) Nabi Muhammad Saw.”

Di era ini Muslimin berada dalam hegemoni Barat dan cenderung menjadi bulan-bulanan. Tidak jarang Muslimin saat ini menangkap informasi tidak berimbang dan selalu menguntungkan Barat. Padahal, sudah menjadi rahasia umum bahwa sejarah Barat adalah sejarah kebohongan yang ditampilkan dalam frame yang begitu sistematis.

Pada keterjebakan posisi ini Muslimin mendambakan kembalinya kejayaan Islam pada abad-abad terdahulu dan Muslimin tahu bahwa kekalahan Muslimin berada pada titik kurangnya konsolidasi antar-negara Islam dunia. Pertanyaan, di mana kiprah OKI (Organisasi Konfrensi Islam) selaku organisasi persatuan Islam dunia, sering muncul namun tidak pernah mendapat jawaban riil.


Artinya, momen-momen show of force (unjuk kekuatan), seperti peringatan Maulid dan perayaan besar lainnya, sudah sepantasnya tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Momen-momen besar Islam seperti itu sangat berpotensi dan efektif untuk menghidupkan nadi heroisme Muslimin, bukan hanya pada taraf nasional tapi internasional. Di Indonesia saja, peringatan Maulid ini telah diposisikan sebagai hari libur nasional dan satu-satunya hari besar nasional yang diperingati di dalam Istana Negara.

Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyatakan bahwa peringatan Maulid adalah kesempatan emas (furshah dzahabiyah) untuk membangkitkan kembali semangat membela Islam dalam tubuh Muslimin. Bahkan, kesempatan ini dinilai sebagai target utama diperingatinya hari kelahiran Nabi Muhammad ini.

Contoh bid’ah hasanah yang lain adalah khutbah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, membuka suatu acara dimulai dengan membaca basmalah di bawah komando seorang, memberi nama pengajian dengan nama kuliah shubuh, menambah bacaan subhanahu wa ta’ala (yang biasa diringkas menjadi SWT) setiap ada kalimat Alloh. Serta perbuatan lainnya yang belum pernah ada pada masa Rosululloh SAW, namun tidak bertentangan dengan inti ajaran agama Islam.

Wallahua’lam bishshowab.

Referensi :
http://azharku.wordpress.com/2008/02/13/bidah-vs-bidah/
http://ksatriaberkuda.multiply.com/journal
http://langitan.net/?page_id=130/sunni/ahlussunnah-wal-bidah-hasanah/page-1/post-11/

Akhir hidup Mirza Ghulam Ahmad

Posted in Agama, kehidupan by samsonasik on June 14, 2008

Akhir Kehidupan yang Menghinakan

Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA

Ajaran Ahmadiyah banyak mendapat penentangan dari para ulama di India. Di antara ulama yang terdepan menentangnya adalah Asy-Syaikh Tsana`ullah Al-Amru Tasri. Karena geram, Ghulam Ahmad akhirnya mengeluarkan pernyataan pada tanggal 15 April 1907 yang ditujukan kepada Asy-Syaikh Tsana`ullah. Di antara bunyinya: “…Engkau selalu menyebutku di majalahmu (‘Ahlu Hadits’) ini sebagai orang terlaknat, pendusta, pembohong, perusak… Maka aku banyak tersakiti olehmu… Maka aku berdoa, jika aku memang pendusta dan pembohong sebagaimana engkau sebutkan tentang aku di majalahmu, maka aku akan binasa di masa hidupmu. Karena aku tahu bahwa umur pendusta dan perusak itu tidak akan panjang… Tapi bila aku bukan pendusta dan pembohong bahkan aku mendapat kemuliaan dalam bentuk bercakap dengan Allah, serta aku adalah Al-Masih yang dijanjikan maka aku berdoa agar kamu tidak selamat dari akibat orang-orang pendusta sesuai dengan sunnatullah.

Aku umumkan bahwa jika engkau tidak mati semasa aku hidup dengan hukuman Allah yang tidak terjadi kecuali benar-benar dari Allah seperti mati dengan sakit tha’un, atau kolera berarti AKU BUKAN RASUL DARI ALLAH…

Aku berdoa kepada Allah, wahai penolongku Yang Maha Melihat, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Berilmu, Yang mengetahui rahasia qalbu, bila aku ini adalah pendusta dan perusak dalam pandangan-Mu dan aku berdusta atas diri-Mu malam dan siang hari, ya Allah, maka matikan aku di masa hidup Ustadz Tsana`ullah. Bahagiakan jamaahnya dengan kematianku –Amin–.

Wahai Allah, jika aku benar dan Tsana`ullah di atas kesalahan serta berdusta dalam tuduhannya terhadapku, maka matikan dia di masa hidupku dengan penyakit-penyakit yang membinasakan seperti tha’un dan kolera atau penyakit-penyakit selainnya…. Akhirnya, aku berharap dari Ustadz Tsana`ullah untuk menyebarkan pernyataan ini di majalahnya. Kemudian berilah catatan kaki sekehendaknya. Keputusannya sekarang di tangan Allah.

Penulis, hamba Allah Ash-Shamad, Ghulam Ahmad, Al-Masih Al-Mau’ud. Semoga Allah memberinya afiat dan bantuan. (Tabligh Risalat juz 10 hal. 120)

Apa yang terjadi? Setelah berlalu 13 bulan 10 hari dari waktu itu, justru Ghulam Ahmad yang diserang ajal. Doanya menimpa dirinya sendiri.

Putranya Basyir Ahmad menceritakan: Ibuku mengabarkan kepadaku bahwa Hadrat (Ghulam Ahmad) butuh ke WC langsung setelah makan, lalu tidur sejenak. Setelah itu butuh ke WC lagi. Maka dia pergi ke sana 2 atau 3 kali tanpa memberitahu aku. Kemudian dia bangunkan aku, maka aku melihatnya lemah sekali dan tidak mampu untuk pergi ke ranjangnya. Oleh karenanya, dia duduk di tempat tidurku. Mulailah aku mengusapnya dan memijatnya. Tak lama kemudian, ia butuh ke WC lagi. Tetapi sekarang ia tidak dapat pergi ke WC, karena itu dia buang hajat di sisi tempat tidur dan ia berbaring sejenak setelah buang hajat. Kelemahan sudah mencapai puncaknya, tapi masih saja hendak buang air besar. Diapun buang hajatnya, lalu dia muntah. Setelah muntah, dia terlentang di atas punggungnya, dan kepalanya menimpa kayu dipan, maka berubahlah keadaannya.” (Siratul Mahdi hal. 109 karya Basyir Ahmad)

Mertuanya juga menerangkan: “Malam ketika sakitnya Hadhrat (Ghulam Ahmad), aku tidur di kamarku. Ketika sakitnya semakin parah, mereka membangunkan aku dan aku melihat rasa sakit yang dia derita. Dia katakan kepadaku, ‘Aku terkena kolera.’ Kemudian tidak bicara lagi setelah itu dengan kata yang jelas, sampai mati pada hari berikutnya setelah jam 10 pagi.” (Hayat Nashir Rahim Ghulam Al-Qadiyani hal. 14)
Pada akhirnya dia mati tanggal 26 Mei 1908.

Sementara Asy-Syaikh Tsana`ullah tetap hidup setelah kematiannya selama hampir 40 tahun. Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala singkap tabir kepalsuannya dengan akhir kehidupan yang menghinakan, sebagaimana dia sendiri memohonkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kini siapa yang sadar dan bertobat setelah tersingkap kedustaannya?
Wallahu a’lam bish-shawab.

Diambil dari http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=679

Dicopy paste dari http://antosalafy.wordpress.com/2008/06/12/akhir-kehidupan-mirza-ghulam-ahmad/

Keberadaan Tuhan

Posted in Agama by samsonasik on May 8, 2008

Al Kisah ada seorang Pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, Kyai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua Pemuda itu mendapatkan Seorang Kyai

Tanya Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menJawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Jawab Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menJawab pertanyaan anda
Tanya Pemuda : Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menJawab pertanyaan saya.
Jawab Kyai : Insya Alloh saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Tanya Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan

1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan takdir
3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Tanya Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Jawab Kyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah Jawab an saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda
: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Tanya Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Jawab Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Tanya Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Jawab Pemuda : Ya
Tanya Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Jawab Pemuda : Saya tidak bisa
Kyai : Itulah Jawab an pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Tanya Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Jawab Pemuda : Tidak
Tanya Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Jawab Pemuda : Tidak
Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir
Tanya Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Jawab Pemuda : kulit
Tanya Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Jawab Pemuda : kulit
Tanya Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Jawab Pemuda : sakit
Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.

Terima kasih mudah-musahan apa yang saya tadi tuliskan menjadi dorongan untuk lebih mempercayai keberadaan Tuhan, Insya Allah ridhanya akan di anugrahkan kepada kita semua. Amiiin…

thanks to dudung.net

source : http://cuplixsina.blogspot.com/2008/02/al-kisah-ada-seorang-pemuda-yang-lama.html

met puasa :)

Posted in Agama by samsonasik on September 12, 2007

met puasa aja ya 🙂 , semoga segala amal kita di bulan puasa diterima oleh Allah SWT, amin 🙂

SAKIT MATA SEMBUH DENGAN WUDLU

Posted in Agama, kisah islami by samsonasik on August 14, 2007

Sumber : http://van.9f.com/kisah%20islam%20teladan/sakit_mata_dan_wudlu.htm
Suatu hari Junaid Al-Banghdadi sakit mata. Ia diberitahu oleh seorang tabib, jika ingin cepat sembuh jangan sampai matanya terkena air.

Ketika tabib itu pergi, ia nekad berwudhu membasuh mukanya untuk sholat kemudian tidur. Anehnya, sakit matanya malah menjadi sembuh. Saat itu terdengar suara “Junaid menjadi sembuh matanya kerana ia lebih ridha kepada-Ku”. Seandainya ahli neraka minta kepada-Ku dengan semangat Junaid niscaya Aku luluskan permintaannya.” Kata suara itu.

Tabib yang melihat mata Junaid sembuh itu menjadi keheranan, “Apa yang telah engkau lakukan?”

“Aku telah membasuh muka dan mataku kemudian sholat”, ujarnya.”

Tabib itu memang beragama Nashrani, dan setelah melihat peristiwa itu, dia beriman. “Itu obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. Dia pulalah yang menciptakan obatnya. Aku ini sebenarnya yang sakit mata hatiku, dan Junaidlah tabibnya.”

QS. Al-Qashshash ayat 56

Posted in Agama by samsonasik on April 23, 2007

“sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”
************
dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwasanya hanya Allah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang Dia kasihi untuk beriman, maka dari itu, marilah kita selalu berendah diri di hadapan Allah,karena kita akan selalu membutuhkan petunjuk dari-Nya, dan kita tidak boleh menjudge bahwa seseorang akan masuk neraka atau syurga, karena boleh jadi, orang yang kita judge akan masuk neraka kelak justru akan menjadi orang yang dikasihi oleh Allah, dan masuk syurga, dan gunung amal yang selalu kita banggakan boleh jadi hanya akan menjadi sebutir debu di hadapan Allah hanya karena ghibah dan sikap menyombongkan diri.

wallahua’lam bishsowab.

MENGAPA MENUNDA PERNIKAHAN?”

Posted in Agama by samsonasik on April 19, 2007

Rosulullah pernah berkata kepada Ali ra:
Hai Ali, ada 3 perkara yang jangan kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu
1.Shalat apabila tiba waktunya,
2.Jenazah apabila sudah siap penguburannya, dan
3.wanita bila menemukan pria sepadan yang meminangnya (HR. Ahmad)

Kalau kita tanya seseorang pemuda/pemudi, Mengapa belum menikah? Maka
jawabanya antara lain:

1.Masih kuliah/menuntut ilmu.
Dikhawatirkan bila menikah akan mempengaruhi prestasi belajar dan
mempengaruhi persiapan masa depan.
Hal ini sesungguhnya tergantung dari manajemen waktu, waktu yang biasanya
dipakai untuk hura-hura setelah waktu kuliah, diganti dengan mencari nafkah
atau bercengkrama dengan keluarga.
Disisi lain, bisa menghemat sewa kamar (kost-kost an), dapat saling membantu
mengerjakan tugas (kalau satu bidang studi) atau dapat memperluas wawasan
diskusi interdisipliner
(more…)

Q.S. Asy-Syu’ara’ ayat 224-227

Posted in Agama by samsonasik on April 17, 2007

Penyair-penyair itu
diikuti orang-orang yang dungu
mereka sering menenggelamkan diri dalam lembah khalayan dan kata
dan mengujarkan, apa yang mereka tidak kerjakan
kecuali orang-orang(penyair-penyair) yang beriman dan beramal shaleh
dan membela diri ketika dilalimi
************diadopsi dari puisi karya A. Mustofa Bisri******************

QS. Ar-Ra’D ayat 11

Posted in Agama by samsonasik on April 16, 2007

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikuti bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagai mereka selain Dia. ”
(more…)

cari pasangan

Posted in Agama by samsonasik on March 30, 2007

cari pasangan? begitu mendengar 2 kata ini, di hati anda mungkin akan terbersit apa yang disebut dengan bibit, bebet dan bobot. Terkadang, kita bingung, kenapa suatu pasangan bisa harmonis, padahal dari segi keuangan sangat mepet, atau dari segi wajah, maaf, terlampau jauh, atau dari segi sifat, terlalu berkebalikan, tapi, kenapa suatu hubungan bisa langgeng, inilah masalahnya, suatu hubungan bisa langgeng jika kedua hati itu menyatu, bukan begitu? tak masalah terlalu banyak perbedaan, hanya saja, jika terlalu banyak perbedaan, akan terlalu banyak pula aral rintangan  yang dihadapi,
(more…)