Welcome to Abdul Malik Ikhsan's Blog

Memahami Tawadlu’

Posted in Agama by samsonasik on February 6, 2009

Rendah hati (tawadlu’) adalah sifat yang sangat dicintai oleh Allah, ia hadir bila memang dalam hatinya, memang benar-benar sesuai dengan yang diungkapkannya. Ada orang yang mengatakan pada semua orang, bahwa dia masih sedikit ilmunya, padahal di dalam hatinya, ia merasa bahwa ia lebih dari semua orang yang ia ajak bicara, saat ia sholat malam, ia tidak memperlihatkan kepada siapapun, tapi di dalam hatinya ada setitik kesombongan bahwa hanya dia yang sholat malam, dan lain sebagainya. Nah, di situlah perangkat setan, ia tidak menjebak dengan ketidaktaatan dalam aktivitas beribadah, tapi dia menjebak dengan masuk ke dalam relung hati, maka dari itu, berhati-hatilah wahai saudaraku.

semoga taufik dan hidayah selalu mengiringi kita, amin.

Advertisements

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Achmad Ramdhani Z said, on February 9, 2009 at 10:05 am

    ya mmbetul saudara, terkadang godaan atau perangkap syaitan ada pada saat manusia mengerjakan perbuatan baik (amal kebajikan, salah satunya yg saudara sebutkan yakni tawadhu, atau contoh lain misal sedekah) dalam wujud riya’. Apa yang salah? Tidak ada yang salah, justru saat itu merupakan makanan syaitan yg paling empuk, mempermainkan, mengotori hati manusia, sebab jika hatinya telah takluk, ya uwes, takluk semua panca inderanya secara perlahan-lahan. Jangan sampai itu terjadi, maka itu terus charge hati ini dengan banyak berdzikir, menghadiri majelis-majelis, muhasabah, berkumpul dengan sahabat dan kerabat yang mengajak kpd kebaikan, dst. Smoga Allah Swt meridhoi kita semua, amin…

  2. Agung MSG said, on February 10, 2009 at 8:45 am

    Yang saya rasajab, 5 Tantangan Yang Paling Menggoda saat kita merasa ada atau merasa lebih. Lima tantangan itu adalah : 1) Lebih RENDAH HATI, 2) Lebih banyak berbagi (materi, kesempatan, informasi, peluang), 3) Sabar terhadap Si Inferior, 4) Godaan berpuas diri, dan 5) Pandai Bersyukur.

    Sungguh, bersikap Tawadlu itu sulit dilakukan secara konsisten. Kadang saat kita mampu, lebih unggul, lebih tahu duluan, orang salah berpendapat… aduh tawadlu itu rasanya pada diri ini tak melekat.

    Ya… kita memang terlahir dengan payah dan lemah. Hanya dengan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, Insya Allah kita akan ingat kembali akan pentingnya tawadlu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: